Breaking News:

Aminullah di Mata Mantan Pelatih Persiraja, Anwar

Begitu menyebutkan nama Aminullah Usman, publik lebih mengenalnya sebagai ‘Roberto Carlos Aceh’

Editor: bakri
Aminullah di Mata Mantan Pelatih Persiraja, Anwar
FOR SERAMBINEWS.COM
Aminullah Usman

* Pemain Legendaris Aceh, Dikenal dengan Roberto Carlos

BANDA ACEH - Begitu menyebutkan nama Aminullah Usman, publik lebih mengenalnya sebagai ‘Roberto Carlos Aceh’. Wajar saja, karena Wali Kota Banda Aceh ini dulunya merupakan seorang pemain sepakbola. Kekuatan kaki kidalnya kerap menghadirkan petaka bagi pertahanan lawan.

Gaya bermainnya mirip dengan legenda Brazil dan Real Madrid, Roberto Carlos. Prestasi demi prestasi ia raih bersama BPD (sekarang Bank Aceh Syariah) di sejumlah event sepakbola, baik level lokal maupun nasional. Aminullah berhasil membawa klub sepakbola BPD Aceh menjuarai Pekan Olahraga dan Seni BPD se-Indonesia. Hebatnya, juara diraih ‘Bang Carlos’ dkk untuk tiga edisi.

Di bawah asuhan Coach Anwar, BPD Aceh juara di Makassar pada 2007 yang disusul di Balikpapan dan Palembang. Prestasi Wali Kota Banda Aceh sebagai pemain kemudian menular saat ia membina klub sepakbola profesional. Pada periode 1998 sampai dengan tahun 2000, Aminullah menjabat sebagai manajer Persiraja. Saat itu tim ‘Lantak Laju’ berlaga di kasta teratas sepakbola Indonesia (Sekarang Liga 1).

Setelah Aminullah tak lagi berada di jajaran pengurus ‘The Orange Force’ sempat turun kasta. Tahun 2006, Aminullah sebagai Ketua Harian membawa Persiraja promosi ke Divisi Utama. Ia mengembalikan Persiraja ke habitatnya, sejajar dengan timtim lainnya seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung. Aminullah saat itu menunjuk Anwar sebagai pelatih didampingi Dahlan Jalil dan Zaim Merdeka sebagai Asisten Pelatih. Tahun 2009, dengan segala keterbatasan ia mampu membuat Persiraja bertahan.

“Apapun jabatannya, Pak Amin memiliki peran utama di dalam tim Persiraja,” kenang Anwar. Anwar menyebutkan pada 2017, perjuangan Persiraja sangat berat. Liga 2 terdiri dari 64 tim dan aturan PSSI yang bertahan hanya 24, sementara 40 tim degradasi. “Disitu peran Pak Amin sagat besar. Beliau mampu memotivasi pemain. Sebagai pelatih saat itu, saya sangat berterimakasih pada beliau,” kata Anwar yang pernah melatih PSAP dan PSBL Langsa. Aminullah Usman, putra kelahiran Seuradeuk, Woyla, Aceh Barat 63 tahun lalu adalah sosok penting dibalik sukses Persiraja promosi ke Liga 1.

Usai jadi Wali Kota Banda Aceh 2017, Aminullah jadi sosok penting untuk Persiraja punya manajemen profesional dan mandiri. Ia mengarahkan Persiraja dikelola lebih baik dari sebelumnya, jadi mandiri dan tak bergantung dari APBK. Hasilnya seperti yang dilihat sekarang, tim kebanggaan masyarakat Aceh di bawah kendali Presiden Klub, H Nazaruddin Dek Gam menjelma sebagai sebuah klub sepakbola yang mapan dan bersaing di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Capaian itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Bagi Anwar, sosok Bang Carlos tokoh yang sangat konsen membangun prestasi sepakbola Aceh setelah Almarhum Dimurthala. Pandangan Anwar memang tidak berlebihan, karena dedikasi seorang Aminullah untuk sepakbola sangat tinggi, seperti yang dilakukan H Dimurthala.

Ia rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan hartanya untuk Persiraja. Banyak cara bagi Aminullah membangkitkan sepakbola. Salah-satunya dengan memberi kesejahteraan bagi pemain saat jadi Dirut BPD Aceh. Ia kerap berkeliling Aceh dengan tim BPD, dan Aminullah punya program membuka 100 Cabang Pembantu di seluruh Aceh. Setiap kunjungan ke daerah selalu bertanding membela BPD menghadapi klub setempat.

Ia sering memberikan bantuan untuk klub-klub lokal, mulai dari kostum tim, bola dan peralatan latihan lainnya. Saat bertanding ia memiliki tujuan melihat talenta-talenta muda di seluruh pelosok Aceh bersama Anwar. Saat menemukan pemain muda potensial, ia langsung merekrut dan memberi pekerjaan jadi karyawan BPD.

Kebijakan Aminullah tersebut kemudian memantik semangat anak-anak di seluruh Aceh berlatih sepakbola. Mantan gelandang Persiraja, Dahlan Jalil juga memberikan pandangan terhadap kiprah Aminullah untuk sepakbola. Dahlan Jalil yang jadi bintang utama Persiraja pada periode 1998 hingga tahun 2000-an. Ia melihat sosok ‘Bang Carlos’ sangat fokus membangun kekuatan Persiraja. Hasilnya, saat itu Persiraja eksis di Liga Utama. Warga Aceh bisa menonton bintang sepakbola klub saat bertandang ke Banda Aceh. Saat memanajeri Persiraja tahun 1998, setiap bertandang ke markas lawan selalu meraih poin. Ini hal sulit di Liga Indonesia.

“Saat itu Persiraja berada di jalur juara, sudah diambang 8 besar. Di Grup Barat kita runner up. Tapi tiba-tiba liga dihentikan karena kondisi politik dan perekonomian nasional tak kondusif akibat resesi dunia. Indonesia alami krisis moneter. Padahal tim kita sangat kompetitif saat itu,” ungkap Dahlan Jalil. (*/hba)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved