Breaking News:

Ivonasi

Kemendagri Minta Aceh Fokus pada Enam Area untuk Tingkatkan Inovasi

Menurut Fatoni, 6 area inovasi tersebut perlu menjadi fokus utama pemda dalam berinovasi, tak terkecuali Provinsi Aceh. Lantaran, pada Indeks Inovasi

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
hand over dokumen pribadi
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri Agus Fatoni mengatakan guna mendorong peningkatan inovasi, Pemda Provinsi Aceh perlu memfokuskan diri pada 6 area inovasi. 

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

SERAMBINEWS COM, JAKARTA - Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni mengatakan guna mendorong peningkatan inovasi, Pemda Provinsi Aceh perlu memfokuskan diri pada 6 area inovasi, meliputi inovasi administrasi pemerintahan, inovasi manajemen pemerintahan, inovasi kebijakan, inovasi frugal, inovasi teknologi, dan inovasi sosial.

Pesan tersebut disampaikan Fatoni secara virtual saat menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah Provinsi Aceh Tahun 2021, Kamis (15/7/2021).

Menurut Fatoni, 6 area inovasi tersebut perlu menjadi fokus utama pemda dalam berinovasi, tak terkecuali Provinsi Aceh. Lantaran, pada Indeks Inovasi Daerah tahun 2020 Provinsi Aceh hanya melaporkan sebanyak 36 inovasi dengan rincian 11 inovasi dapat diukur, sedangkan 25 lainnya dianggap belum memenuhi kriteria.

Kemendagri Sosialisasi Penilaian Indeks Inovasi Daerah & Penghargaan IGA 2021

Hal itu disebabkan kurangnya dokumen penunjang dari inovasi yang dilaporkan.

“Oleh karenanya Pemda perlu melengkapi data penunjang, agar hasil inovasi dapat divalidasi,” katanya.

Fatoni menjelaskan Pemda dapat menerapkan inovasi di bidang administrasi dengan mengadopsi cara baru dalam mengelola pemerintahan serta melakukan revolusi administrasi birokrasi secara akuntabel.

Selanjutnya, Pemda juga dapat melahirkan inovasi di area manajemen, guna melakukan pembaruan prosedur dan birokrasi dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi.

“Inovasi kebijakan dengan pendekatan yang lebih efisien, implementatif, dan dapat diadopsi berbagai pihak, juga perlu diterapkan pemerintah daerah,” kata Fatoni.

Kemenag Tetapkan 69 Madrasah Inovasi se-Aceh, MDC Akan Memonitor dan Mengevaluasi Selama 6 Bulan

Fatoni menambahkan, peningkatan inovasi juga dapat dilaksanakan di area inovasi frugal. Terobosan tersebut memungkinkan Pemda menciptakan inovasi produk dengan biaya lebih murah dibanding produk yang telah ada.

Langkah tersebut diyakini akan menunjang kinerja pemda lebih optimal, mengingat inovasi ini tidak membutuhkan sumber daya yang besar.

Dirinya mengungkapkan, di era digital seperti saat ini, penting bagi pemda untuk fokus juga pada area inovasi teknologi.

Dalam inovasi tersebut, pemda dapat mengadopsi proses produksi yang inovatif melalui kegiatan penelitian dan pengembangan atau alih teknologi.

“Selain itu, jajaran perangkat daerah juga bisa menciptakan inovasi di area sosial yang mencakup struktur budaya normatif atau regulatif guna mendorong kesejahteraan masyarakat yang inklusif,” terangnya.(*)

Baca juga: Gubernur Apresiasi Karya Bakti TNI AU di Aceh

Baca juga: Singapura Tambah Investasi di Indonesia, Buka Lapangan Kerja Baru

Baca juga: Wanita Pemilik Warkop Tak Terima Disebut Tak Hamil oleh Petugas Medis: Tukang Urut yang Bilang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved