Breaking News:

Luar Negeri

Korban Tewas Banjir Bandang di Jerman-Belgia Bertambah 93 Orang, Ribuan Orang Hilang

Sekitar 1.300 orang masih dilaporkan hilang, meskipun pihak berwenang mengatakan upaya untuk penyelamatan dapat terhambat oleh jalan dan koneksi telep

Editor: Faisal Zamzami
AFP/CHRISTOF STACHE
Dampak banjir besar di Jerman 

Di antara desa-desa Jerman yang paling parah terkena dampak banjir bandang adalah Schuld, di mana beberapa rumah ambruk dan puluhan orang masih belum ditemukan.

Operasi penyelamatan korban banjir bandang terhambat oleh jalan yang diblokir serta pemadaman telepon dan internet di seluruh Eifel, wilayah gunung berapi yang berbukit-bukit dan lembah-lembah kecil.

Beberapa desa hancur karena terdiri dari rumah bata dan kayu tua yang tidak dapat menahan aliran air yang tiba-tiba, membawa puing-puing pohon dan lainnya saat menyembur melalui jalan-jalan sempit.

Karl-Heinz Grimm, putra dari warga Schuld yang datang membantu, mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat Sungai Ahr yang kecil meluap sebegitu parahnya.

"Malam ini, (sungai) itu seperti murka," ucap Heinz Grimm. Puluhan orang harus diselamatkan dari atap rumah mereka dengan perahu karet dan helikopter.

Ratusan tentara dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan.

"Ada orang tewas, ada orang hilang, banyak yang masih dalam bahaya," kata gubernur negara bagian Rhineland-Palatinate, Malu Dreyer, kepada parlemen regional.

“Kami belum pernah melihat bencana seperti itu. Ini benar-benar menghancurkan,” ucap Dreyer.

Pihak berwenang di daerah Rhine-Sieg di selatan Cologne, Jerman memerintahkan evakuasi beberapa desa di bawah waduk Steinbach di tengah kekhawatiran bendungan bisa jebol.

Di Belgia

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved