Breaking News:

Berita Aceh Timur

Kesbangpol Aceh Gelar Dialog Isu Aktual ke-VII di Aceh Timur

"Mencermati situasi dan kondisi yang ada di Kabupaten Aceh Timur terkait dengan potensi dan gejala munculnya potensi permasalahan menonjol, harus ...

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Dialog Isu Aktual Angkatan VII yang di gelar Badan Kesbangpol Aceh di Aula Dinas Syari’at Islam Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Kamis (15/7/2021). 

"Mencermati situasi dan kondisi yang ada di Kabupaten Aceh Timur terkait dengan potensi dan gejala munculnya potensi permasalahan menonjol, harus segera diantisipasi secara bersama - sama antara pemerintah kabupaten dengan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Aceh Timur," papar Suburhan pada acara Dialog Isu Aktual Angkatan VII yang digelar Badan Kesbangpol Aceh di Aula Dinas Syari’at Islam Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Kamis (15/7/2021).

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Aceh Drs Mahdi Efendi melalui Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Aceh, Suburhan, SH menyampaikan, bahwa Pemerintah Aceh Melalui Badan Kesbangpol Aceh selama ini telah mengumpulkan data-data dan memetakan daerah-daerah yang memiliki permasalahan menonjol sesuai dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan Keamanan (Ipoleksosbudhankam).

"Mencermati situasi dan kondisi yang ada di Kabupaten Aceh Timur terkait dengan potensi dan gejala munculnya potensi permasalahan menonjol, harus segera diantisipasi secara bersama - sama antara pemerintah kabupaten dengan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Aceh Timur," papar Suburhan pada acara Dialog Isu Aktual Angkatan VII yang digelar Badan Kesbangpol Aceh di Aula Dinas Syari’at Islam Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Kamis (15/7/2021).

Ia berharap, adanya peran serta aktif masyarakat serta peningkatan kapasitas kelembagaan seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam upaya melakukan deteksi dini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini Di Daerah, dimana pemerintah daerah, instansi/lembaga terkait, unsur intelijen dan seluruh elemen masyarakat juga ikut andil terlibat dalam deteksi dini dan cegah dini setiap potensi permasalahan menonjol di daerahnya. 

Menurut Suburhan, dalam mencermati situasi terkini, dimana pandemi virus Covid-19 telah menjangkit di seluruh dunia, termasuk di Aceh.

Dimana dampak dari pandemi ini juga telah mengakibatkan terganggunya stabilitas nasional maupun daerah, baik dari sisi ekonomi, maupun kehidupan sosial masyarakat yang memerlukan penanganan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan.

Diperlukan pula masukan dan peran serta dari seluruh elemen masyarakat dalam penanganan dampak dari pandemi Covid-19 baik dari sisi sektor ekonomi, keamanan maupun sosial kemasyarakatan.

Baca juga: Kesbangpol Aceh Dapat Piagam Penghargaan Capaian Kinerja Tim Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial

Pihaknya juga mengharapkan, peran serta semua pihak dalam mensosialisasikan dan mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan, kebersihan, dan patuh terhadap protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran virus covid-19 dan dampak-dampak pandemi lainnya. 

Zulkarnaini MEc Dev selaku Kasubbid Kewaspadaan Dini, Analisis Evaluasi dan Kebijakan Strategis Badan Kesbangpol Aceh, dalam kapasitasnya selaku Panitia Penyelenggaran Kegiatan juga menyampaikan, bahwa Dialog Isu Aktual ini merupakan yang ke-VII kali di gelar yang secara khusus mengusung tema ” Peran Sinergi Pemerintah Dengan Masyarakat Dalam Kewaspadaan Dini Di Daerah ”.

Melalui Badan Kesbangpol Aceh Timur, pihaknya  mengundang 50 orang peserta, yang terdiri atas unsur Polres, Kodim, Kejari, Babinsa, Babinkamtibmas, Intelijen, SKPK, Forum-Forum, Lsm/Ormas, mahasiswa, jurnalis, dan tokoh-tokoh Kemasyarakatan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved