News Video
VIDEO - Siram Air Panas ke Petugas, Pemilik Warkop di Medan Ini Dihukum Penjara 2 Hari
Seusai persidangan, Rakesh menyampaikan keluh kesahnya saat warungnya ingin ditutup petugas.
Penulis: Ranu Teruna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM - Pemilik warung kopi alias warkop di Medan, Rakesh, yang menolak dirazia saat PPKM darurat, telah dijatuhi sanksi hukuman.
Rakesh disidang atas pelanggaran protokol kesehatan karena menolak warungnya ditutup dan menyiramkan air panas ke arah petugas gabungan.
Baca juga: Memilukan! Warga Mane Pidie Ini Dipasung Karena ODGJ, Dirawat Sendirian Ibunya yang Sakit-sakitan
Baca juga: Miris, Warga Mane Pidie Dipasung, Dirawat oleh Ibunya yang Sudah Berusia 80 Tahun dan Sakit-sakitan
Baca juga: Begini Perkembangan Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRK Subulussalan terhadap Sopir Ketua DPRK
Sidang terhadap Rakesh tersebut dilakukan pada Kamis (15/7/2021). Kejadian tersebut, mengenai salah seorang petugas Satpol PP Sumut bernama Carly Can.
Kedatangan Carly bersama petugas gabungan lainnya, untuk menutup warung kopi Rakesh yang terletak di Jalan Gatot Subroto Kota Medan dalam pelaksanaan PPKM darurat.
Atas tindakannya, Rakesh dinilai melanggar aturan PPKM Darurat, dan dijatuhi hukuman 2 hari kurungan serta denda Rp 300 ribu.
Dalam sidang yang digelar di Kantor Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kota Medan.
Seusai persidangan, Rakesh menyampaikan keluh kesahnya saat warungnya ingin ditutup petugas.
Kejadian ini buntut dari protesnya Rakesh saat petugas mendatanginya dan meminta untuk tutup pada Rabu (14/7/2021) malam.
“Mereka datang dengan tiga truk seperti teroris mau menutup warungku."
"Aku ada lima orang anak sekolah. Saat bagi rapor pakai uang. Semua pakai uang, kalau warung ditutup anak istriku bagaimana?” ucapnya.
Rakesh melanjutkan, sampai saat ini dirinya tak ada mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi maupun kota terkait dengan penerapan PPKM Darurat.
“Apa yang saya dapat? Terancam anak istriku. Siapa yang kasih makan?"
"Pemerintah yang kasih makan anak istri saya? Tak ada pemerintah yang kasih makan, tapi disuruh tutup,” tandas Rakesh.
Artikel ini telah tayang di Tribun Timur dengan judul Pemilik Warkop di Medan Naik Pitam Saat Petugas Datang Lagi Untuk Tutup Usahanya
( Tribunlampung.co.id / Bambang Irawan )