Kamis, 14 Mei 2026

Feature

Menggantung Asa dari Arena Vaksinasi Massal Covid-19

Provinsi Aceh mencatat jumlah kasus positif covid-19 mencapai 20.881 orang per 17 Juli 2021. Sedangkan jumlah penderita yang sedang dirawat

Tayang:
Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/Hendri
Vaksinasi massal di Gedung Banda Aceh Convention Hall di Banda Aceh. 

Selain itu dengan memperhitungkan cadangan sebanyak 15 persen, maka total vaksin yang dibutuhkan pemerintah sebanyak 426 juta dosis.

“Ini adalah jumlah yang sangat besar, untuk itu pemerintah sudah berusaha keras untuk memastikan kita bisa mengamankan jumlah ini,” ucap Budi.

Sementara di Aceh, hingga 9 Juli masyarakat yang sudah tervaksin dosis pertama 490.407 orang dan vaksin dosis kedua 180.791.

Jumlahnya akan terus bertambah lewat program vaksinasi massal untuk memenuhi target vaksinasi Aceh sebesar 4.125.417 jiwa.

Pemerintah Aceh mengatakan vaksinasi Covid-19 tidak berbahaya, namun diakui masih ada keraguan sebagian masyarakat untuk divaksin.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk H Faisal Ali kembali mengajak masyarakat Aceh untuk proaktif berpartisipasi dalam program vaksinasi covid-19.

Menurutnya, vaksinasi penting untuk membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity agar terhindar dari paparan virus covid-19 yang lebih parah.

“Para pakar mengatakan, agar kehidupan kita terbebas dari covid-19 dan kembali beraktivitas seperti dulu, misalnya berhaji dan umrah, akan kita dapatkan bila jumlah vaksinasi telah mencapai target herd immunity,” kata Tgk Faisal dalam keterangannya di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Selasa (6/7/2021).

Tgk Faisal mencontohkan kondisi terkini di beberapa negara di Eropa yang sudah mengizinkan warganya beraktivitas seperti dulu.

Kebijakan tersebut dapat terjadi karena capaian vaksinasi di negara-negara itu melebihi target herd immunity.

“Kalau kita ingin bebas kembali melakukan aktivitas seperti biasa, maka program vaksinasi dari pemerintah ini harus kita dukung dengan juga ikut berpartisipasi menerima vaksin,” kata Tgk Faisal.

Pimpinan dayah yang akrab disapa Lem Faisal itu menegaskan, vaksin Sinovac yang saat ini digunakan di Aceh sudah terbukti halal dan suci berdasarkan kajian dari BPOM dan MUI.

Karena itu, ia meminta masyarakat tak perlu takut dan ragu. Ia meminta masyarakat agar tidak mudah termakan oleh kabar bohong seputar vaksin.

Pemerintah, katanya, bertanggung jawab atas program vaksinasi covid-19. Program tersebut semata-mata untuk menyelamatkan warganya dari ganasnya penyebaran virus corona.

“Insya Allah usaha kita ini akan mendapat pertolongan Allah dan kita terbebas dari cengkeraman covid-19 dan hidup seperti dulu, terutama aktivitas keagamaan bisa kembali seperti dulu lagi,” tuturnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved