Selasa, 12 Mei 2026

Internasional

Jamaah Haji Melontar Jumrah, Seusai Istirahat Enam Jam di Muzdalifah

Seluruh jamaah Haji 2021 yang berjumlah 60.000 orang melontar jumrah, berupa tujuh kerikil ke tiang besar di Mina, Arab Saudi, Selasa (20/7/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/FAYEZ NURELDINE
Seorang jamaah haji yang mengenakan masker dan ihram, melemparkan tujuh batu krikil ke tiang yang melambangkan setan di Mina, Arab Saudi, Selasa (20/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Seluruh jamaah Haji 2021 yang berjumlah 60.000 orang melontar jumrah, berupa tujuh kerikil ke tiang besar di Mina, Arab Saudi, Selasa (20/7/2021).

Dilaporkan, para jamaah melemparkan tujuh kerikil di Jamrah Agung, yang disebut Jamrat Aqaba, meniru Nabi Ibrahim, yang dikatakan melempari setan dengan batu di tiga lokasi.

Ketika mencoba membujuk Abraham untuk melanggar perintah Allah dengan mengorbankan putranya, Ismail.

Setelah melempar jamrat, para jamaah berkurban domba, pria mencukur rambut, melepas ihram dan mengunjungi kembali Masjidil Haram untuk Tawaf Al-Ifadhah sebelum kembali ke Mina.

Di mana mereka akan tinggal selama dua atau tiga hari lagi.

Dilansir ArabNews, Otoritas keamanan dan kesehatan, serta penyelenggara haji, memberikan bantuan yang diperlukan, dan memastikan mereka mematuhi langkah-langkah pencegahan.

Jamaah haji 2021 beristirahat di Mudzaliffah sebelum dibawa ke Mina, Arab Saudi, Senin (19/7/2021) malam.
Jamaah haji 2021 beristirahat di Mudzaliffah sebelum dibawa ke Mina, Arab Saudi, Senin (19/7/2021) malam. (AFP)

Baca juga: Arab Saudi Wajibkan Warganya Disuntik Dua Dosis Vaksin Covid-19, Syarat Pergi ke Luar Negeri

Pelaksanaan ibadah haji tahun ini dibatasi untuk orang yang divaksinasi dari usia 18 hingga 65 tahun.

Hanya jamaah yang sudah berada di Arab Saudi, baik warga negara maupun ekspatriat yang memenuhi syarat, yang diizinkan untuk berpartisipasi.

Sebelumnya, setelah menghabiskan sekitar 12 jam di Padang Arafah pada Senin (19/7/2021), 60.000 orang pergi ke Muzdalifah untuk persiapan tahap akhir haji tahun ini.

Beberapa menit setelah matahari terbenam pada hari kesembilan Dzulhijjah, para jamaah mulai bergerak ke dataran Muzdalifah yang terbuka namun berbatu, di mana mereka shalat Maghrib dan Isya.

Kafilah bus yang masing-masing mengangkut 20 jamaah haji tiba di Muzdalifah.

Di setiap bus ada pemandu yang bertugas membantu peziarah dengan semua informasi yang mereka butuhkan dan memastikan mereka menjaga jarak.

Bus-bus itu disertai patroli keamanan, dan ada jeda waktu antar bus untuk kelancaran arus lalu lintas.

Para jemaah haji ini diangkut, di tengah langkah-langkah kesehatan yang ketat ke Mina setelah tengah malam pada Senin (19/7/2021).

Lebih dari 1.700 bus digunakan untuk memindahkan jamaah ke Mina, sekitar lima kilometer dari masjid paling suci umat Islam.

Dr Abdul-Fattah Mashat, Wakil Menteri Haji dan Umrah mengatakan semua jamaah diangkut dari Mina ke Arafah dalam tiga jam.

Lebih dari 1.700 bus membawa jemaah haji dari Arafat ke Muzdalifah, tambahnya.

“Segera setelah matahari terbenam, para peziarah mulai naik bus yang disiapkan sekitar tiga jam sebelumnya.”

Baca juga: Tim Medis Arab Saudi Selamatkan Nyawa Jamaah Haji Pakistan, Terkena Serangan Jantung

Jamaah haji bergerak dari Muzdalifah kembali ke Mina, mulai dari tengah malam pada Senin (19/7/20210.

“Bus-bus ini akan membawa mereka ke kamp mereka di Mina, dari mana mereka bisa pindah ke daerah Jamarat. ujarnya.

"Di sana, mereka akan menggunakan tiga lantai pembangunan Jamarat untuk melontar batu," tambahnya.

"Kami telah membagi para jamaah menjadi kelompok-kelompok dengan kode warna," jelasnya.

"Setiap kelompok akan melempar batu ke pilar dari lantai yang telah ditentukan dan dari tempat tertentu untuk menghindari penumpukan jamaah," ujarnya.

Mashat memuji para jamaah karena mematuhi peraturan dan mengikuti instruksi tentang pemakaian masker dan jarak sosial.

Sheikh Bandar Baleela, imam shalat Zuhur di Masjid Namirah, memfokuskan khutbah Arafah untuk mendesak umat Islam berbuat baik kepada semua makhluk, termasuk hewan dan benda mati.

Sementara, Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr. Tawfiq Al-Rabiah kepada saluran TV Al-Ekhbariya mengatakan tidak ada kasus virus Corona yang terdeteksi di antara para jamaah haji ini.

Baca juga: Kisah Warga Jeddah Sambut Jamaah Haji Tempo Dulu, Datang dengan Kapal Layar

“Ada beberapa kasus kelelahan ringan karena aktivitas fisik, tetapi para jamaah dengan kasus sederhana seperti itu meninggalkan rumah sakit tak lama setelah menerima perawatan yang diperlukan,” katanya.

Sedankan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertukar ucapan selamat Idul Adha dengan para pemimpin negara-negara Muslim di seluruh dunia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved