Selasa, 21 April 2026

Lebih dari 3,73 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 Telah Disuntikkan di Seluruh Dunia, China Terbanyak

Indonesia berada di urutan 11 negara teratas untuk vaksin yang diberikan, menurut Our World in Data, situs web pelacakan

Editor: Zaenal
FOR SERAMBINEWS.COM
DELAPAN anak-anak menjalani vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam, Senin (19/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Lebih dari 3,73 miliar dosis vaksin virus corona telah disuntikkan kepada penduduk di seluruh dunia.

Indonesia berada di urutan 11 negara teratas untuk vaksin yang diberikan, menurut Our World in Data, situs web pelacakan yang berafiliasi dengan Universitas Oxford.

Dikutip Serambinews.com dari Anadolu Agency, China memimpin penghitungan global dengan lebih dari 1,48 miliar suntikan, diikuti oleh India dengan 415,47 juta suntikan.

Daftar ini berlanjut dengan sebagian besar negara-negara Barat, dengan AS telah memberikan 338,49 juta suntikan, Brasil 126,64 juta, Jerman 87,12 juta, Inggris 82,59 juta, Jepang 73,97 juta, dan 65,58 juta di Prancis.

Turki berada di urutan kesembilan dengan lebih dari 64 juta dosis, diikuti oleh Italia, Indonesia, dan Meksiko.

Baca juga: Arab Saudi Larang Warga Tanpa Vaksin Covid-19 ke Tempat Umum Mulai 1 Agusus 2021

Baca juga: Jelang Arus Balik, Pemeriksaan di Perbatasan Aceh Diperketat, Sertifikat Vaksin Wajib!

Baca juga: Kisah Pasien Terjangkit Covid-19 Setelah Menolak Divaksin, Kini Ungkap Penyesalannya

Dari jumlah persentase penduduk, negara dengan dosis paling banyak diberikan adalah Uni Emirat Arab, dengan 166,27 dosis per 100 orang.

Di bawah UEA ada negara kepulauan Malta dengan 164,9 dosis per 100 orang dan Seychelles dengan 141,98, Islandia dengan 136,68, San Marino dengan 132,85.

Selanjutnya Bahrain dengan 132,14, dan Uruguay dengan 131,51.

Sebagian besar vaksin COVID-19 diberikan dalam dua dosis, sehingga jumlah suntikan yang diberikan tidak sama dengan jumlah individu yang divaksinasi lengkap.

Sejak Desember 2019, pandemi telah merenggut lebih dari 4,12 juta jiwa di seluruh dunia, dengan lebih dari 191,61 juta kasus dilaporkan, menurut Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.(Anadolu Agency)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved