Breaking News:

Video

VIDEO Kisah Ibu dan Dua Anak Disabilitas di Peudada Bireuen, Hanya bisa Merangkak Dalam Beraktivitas

Mereka terdiri dari ibu dan dua orang anak, yaitu Tihawa Mahmud (82), Banta Amat (69 dan Sarmawati (58) yang mengalami cacat sejak kecil. 

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Satu keluarga miskin penyandang disabilitas berusia lanjut, warga Desa Mesjid, Peudada Bireuen mengharapkan uluran tangan dermawan.  

Mereka terdiri dari ibu dan dua orang anak, yaitu Tihawa Mahmud (82), Banta Amat (69 dan Sarmawati (58) yang mengalami cacat sejak kecil.  

Tihawa Mahmud terlihat sangat lemah, hanya bisa merangkak dan tidak bisa berjalan, sedangkan Banta Amat tampak sehat namun kondisi tangannya lemah sehingga untuk berjalan juga merangkak.  

Sementara Sarmawati mengalami cacat kaki dan kedua tangannya juga lemah.  

Di dalam rumah bantuan warga itu terdapat satu ranjang dari kayu dilapisi tikar lusuh, berada di ruang dapur yang beralaskan tanah.  

Sehari-hari Banta Amat bekerja sebagai penarik beca sewa, namun sejak beberapa bulan terakhir pekerjaan itu tidak mampu lagi ia jalani.  

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bireuen, Yusaini yang datang berkunjung ke rumah mereka mengatakan, satu keluarga tersebut membutuhkan perhatian, juga pembinaan mental dan keagamaan sehingga menumbuhkan rasa optimis walaupun kondisi cacat.  

Narator: Iska Novita
Video Editor: hari Mahardhika

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved