Breaking News:

Kodim akan Tempuh Jalur Hukum, Terkait Tudingan Anggota Terlibat Penembakan

Kodim 0116 Nagan Raya akan menempuh jalur hukum terkait upaya mengait-kaitkan anggota TNI dalam kasus penembakan yang memakai airsoft gun

Editor: bakri
Dok. Polres Nagan Raya
Polres Nagan Raya menyerahkan tersangka kasus penembakan dengan airsoft gun ke Kejari, Selasa (13/7/2021) siang. 

SUKA MAKMUE - Kodim 0116 Nagan Raya akan menempuh jalur hukum terkait upaya mengait-kaitkan anggota TNI  dalam kasus penembakan yang memakai airsoft gun di Kecamatan Darul Makmur pada April 2021 lalu. Kasus tersebut kini telah dilimpahkan Polres Nagan Raya ke Kejari setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

Kini polisi sudah menetapkan seorang warga sipil, AT (27), asal Subulussalam, sebagai tersangka penembakan dengan korban Devis Misanov (35). Pengadilan Negeri (PN) Suka Makmue akan segera menyidangkan perkara ini.

Dandim Nagan Raya, Letkol Inf Guruh Tjahyono telah menyampaikan keterangan pers kepada  sejumlah wartawan di Makodim pada Jumat (16/7/2021). Dandim turut

didampingi Kasi Intelrem 012/TU Mayor Inf Irfan Hade Fitrianto, Kasdim 0116 Raya Mayor Inf Samilfudin, Pakum KoremMayor CHK Helmi, Pasi Intel Kodim Lettu Inf M Ichsan, Wadantim Intelrem Letda Inf Muhammad Ali, Pasilid Pam Fik Denpom IM/2 Meulaboh Letda CPM Hendra S dan Danunit Idik Tipid Milum, Denpom IM/2 Letda CPM Sallhuddin Al-Fatih.

Dalam siaran pers yang dikirim ke Serambi, kemarin, dikatakan, berita yang berkembang di media massa bahwa pelaku penembakan oknum TNI adalah tidak benar. Ini berdasarkan hasil proses penyelidikan dari Polres Nagan Raya Denpom IM/2 , staf Intel Rem 012/TU. "Kami institusi TNI taat pada hukum dan akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum," kata Dandim.

Menurut Dandim, TNI dalam hal ini instansi yang dirugikan akan mempertimbangkan untuk menuntut balik terhadap pihak  yang menuduh adanya keterlibatan personel Kodim 0116/Nagan Raya.

Perwira Hukum Korem 012/TU Mayor CHK Helmi menegaskan kembali apa yang disampaikan Dandim 0116/Nagan Raya, dalam kapasitas sebagai perwira hukum Korem 012/TU.

"Terhadap tersangka AT dan saat ini sudah P21 dan menjalani proses hukum di pengadilan. Kita masih menghargai status yang bersangkutan sampai dengan memperoleh kekatan hukum tetap dari pengadilan," katanya.

Terhadap Serda S, kata dia,  banyak sekali yang mengait-kaitkan dengan Serda S karena berdasarkan pemberitaan, baik oleh  media maupun dari asumsi pihak tertentu. Sementara berdasarkan bukti dan data yang ada setelah melalui proses pemeriksaan dari Denpom IM/2 Meulaboh, kata dia,  tidak ada bukti yang mengarah kepada Serda S, anggota Kodim Nagan Raya. "Sampai saat ini kami masih menunggu itikad baik dari keluarga korban maupun korban yang telah berupaya untuk memberitakan hal yang tidak benar baik terhadap Serda S maupun institusi TNI-AD," katanya.

Mayor Helmi mengatakan, apabila nanti sudah sampai pada proses hukum yang berkekuatan hukum tetap, namun pihak keluarga korban maupun korban tidak melakukan permohonan maaf, maka TNI akan melakukan upaya hukum. "Terhadap media menjadi bahan refleksi dan instrospeksi bahwa dalam pemberitaan agar melakukan kroscek dengan benar, jangan hanya berdasarkan asumsi  yang dapat merugikan baik dari personal maupun secara institusi," katanya.

Seperti diberitakan, Devis Misanov, warga Darul Makmur Nagan Raya, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka tembak di perut pada April 2021 lalu. Kasus itu sempat menyeret  nama seorang anggota TNI dari Kodim 0116 Nagan Raya. Namun Polres Nagan Raya yang mengusut kasus itu menemukan fakta bahwa pelaku

penembakan dengan senjata airsoft gun adalah pria AT, warga sipil asal Subulussalam.  Kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejari Nagan Raya pada pekan lalu setelah berkas perkara dinyatakan lengkap. Tersangka dalam kasus tersebut  dalah satu orang pria berinisial AT.(riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved