RSUZA Buka Layanan Kateterisasi, Bagi Pasien Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak
Direktur RSUZA BandaAceh, dr Isra Firmansyah SpA PhD menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat membuka layanan neurointervensi vascular
BANDA ACEH - Direktur RSUZA BandaAceh, dr Isra Firmansyah SpA PhD menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat membuka layanan neurointervensi vascular atau kateterisasi (pembukaan) penyumbatan pembuluh darah di bagian otak dan sumsum tulang belakang.
Pembukaan layanan kateterisasi itu juga sehubungan sudah adanya dokter ahli di bidang pada rumah sakit Pemerintah Aceh ini. “Sudah ada dokter ahlinya dan telah menyelesaikan pendidikan. Yaitu dr Nasrul Musadir SpS FINA,” kata Isra Firmansyah, Jumat (23/7/2021).
Diterangkan, layanan neurointervensi vascular untuk melayani warga yang mengalami gangguan penyumbatan pembuluh darah bagian otak dan sumsum tulang belakang, hingga membuat pergerakan syaraf tubuh jadi terbatas atau stroke akut. Selama ini, kata Isra, untuk mengobati pasien seperti itu RSUZA merujuknya ke beberapa rumah sakit Jakarta, seperti RSU Fatmawati.
Jadi, lanjutnya, dengan hadirnya pelayanan kateterisasi di RSUZA, pihaknya tak perlu lagi merujuk pasien ke luar Aceh. “Layanan kateterisasi di RSUZA merupakan satu-satunya yang ada di Aceh,” terang Isra Firmansyah.
Saat ini, tambah Direktur RSUZA itu, pihaknya sedang menyiapkan segala peralatan pendukung yang dibutuhkan . Termasuk proses administrasi, penyesuian jadwal di Laboratorium Catheter (Cathlab) RSUZA.
Menyangkut penggunaan cathlab, menurut Isra, saat ini sudah rutin digunakan oleh ahli intervensi kardiologi untuk melayani tindakan intervensi pada pasien penyakit jantung. Kedepan pihaknya akan membutuhkan penambahan sarana, sehubungan semakin meningkatnya layanan kepada pasien yang membutuhkan cathlab.
Sementara itu secara terpisah, dr Nasrul Musadir SpS FINA mengatakan, neurointervensi vascular merupakan bidang baru yang berkembang di Indonesia, dalam 10 tahun terakhir ini.
Dulunya pendidikan bidang itu hanya ada di luar negeri. Namun dalam lima tahun terakhir, sudah dibuka fellowship di Jakarta, Surabaya dan Makasar yang dikoordinir oleh ASEAN Neuro Intervention Association (ANIA) dibawah pimpinan dr Frizt Sumantri Usman SpS (K) FINS FINA, yang merupakan neurologis intervensi pertama di Indonesia.
Dengan adanya pendidikan neurointervensi vascular di dalam negeri, semakin memudahkan bagi para spesialis neurologi untuk memperdalam bidang ini. “Alhamdulillah, kita sekarang bisa melakukan ini di Aceh,” ujar Nasrul.(her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/monitor-907kh.jpg)