Berita Banda Aceh
Dipadati Ribuan Jamaah, Shalat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman Berlangsung Khidmat
Ribuan jamaah memadati pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Ribuan jamaah memadati pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Rabu (27/5/2026) pagi.
Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat sejak jamaah mulai memenuhi area masjid hingga khutbah Idul Adha selesai disampaikan.
Amatan Serambinews.com, sejak pukul 06.10 WIB, jamaah yang diperkirakan dari Banda Aceh dan sejumlah daerah sekitarnya mulai berdatangan dan mengisi saf shalat.
Dalam waktu singkat, area utama masjid dipenuhi jamaah hingga meluber ke pelataran dan kawasan sekitar menara luar masjid.
Baca juga: Jamaah Haji Asal Aceh Tamiang Meninggal Dunia Saat Menjalani Puncak Haji di Arafah
Shalat Idul Adha dimulai sekitar pukul 07.28 WIB dengan imam Tgk H Munawir Darwis. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), Tgk Dr H Anwar Usman atau akrab dikenal Abiya Kuta Krueng.
Khutbah Idul Adha
Dalam khutbahnya, Abiya Kuta Krueng mengingatkan umat Islam agar menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT di tengah perkembangan dunia modern saat ini.
“Idul Adha Mengajarkan kepada kita agar jangan menjadi manusia yang sombong, jangan jadi masyarakat yang saling bermusuhan, dan jangan menjadi umat yang lupa kepada Allah SWT di tengah perkembangan dunia modern hari ini,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, bahwa kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar sejarah, melainkan pelajaran besar tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan total kepada perintah Allah SWT yang telah diabadikan dalam Alquran.
Baca juga: 100 Ucapan Selamat Idul Adha 2026 Singkat dan Penuh Makna, Cocok untuk Status WA atau Medsos
Menurutnya, tantangan umat Islam saat ini bukan hanya persoalan duniawi, tetapi juga bagaimana mempertahankan nilai-nilai agama di tengah kepentingan pribadi dan hawa nafsu.
“Hari ini banyak manusia mengaku beriman kepada Allah SWT. Tetapi ketika syariat Allah bertentangan dengan hawa nafsu dan bertentangan dengan kepentingannya, maka dia akan mencari alasan,” ujarnya.
Abiya Kuta Krueng juga menyinggung fenomena sebagian orang yang saat ini rela meninggalkan nilai kejujuran demi jabatan dan kepentingan sesaat.
“Ada yang meninggalkan kejujuran demi jabatan, ada yang meninggalkan shalat demi urusan duniawi, bahkan ada yang mengorbankan agama demi popularitan dan kepentingan sesaat,” ungkapnya.
Karena itu, Abiya mengajak umat Islam di mana pun berada untuk menjadikan Idul Adha sebagai pengingat bahwa kecintaan kepada Allah SWT harus ditempatkan di atas segala-galanya.
“Karena itu bapak ibu sekalian Idul Adha mengajarkan kepada kita bahwa cinta kepada Allah harus ada di atas segala-galanya,” katanya.
Baca juga: Harapan Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Setelah Melepas Peserta Pawai Takbir Idul Adha di Simpang Ulim
| Jelang Idul Adha, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Salurkan 1,2 Juta Tabung LPG 3 Kg |
|
|---|
| Kadin Serahkan Kunci Rumah Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya |
|
|---|
| Revisi UUPA Disetujui Baleg DPR RI di Hari Meugang, TA Khalid: Ini Hari Sakral bagi Aceh |
|
|---|
| Disetujui Semua Fraksi, Revisi UUPA Resmi Jadi Usul Inisiatif DPR RI |
|
|---|
| Illiza Sebut Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 1 Ton Dibagikan untuk 4 Kecamatan di Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jamaah-shalat-idul-Adha-di-masjid-raya-Baiturahman-27-mei-2026.jpg)