Breaking News:

450 Prajurit TNI dari Aceh Bertugas ke Papua,  Dilepas Pangdam IM dari Bandara Rembele

Sebanyak 450 prajurit TNI-AD jajaran Kodam Iskandar Muda (IM) diberangkatkan untuk bertugas di Provinsi Papua

Editor: bakri
SERAMBI/BUDI FATRIA
Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki, mengecek pasukan sesaat sebelum memimpin Upacara Tradisi Pemberangkatan Satgas Pamtas Penyangga (Mobile) Yonif Raider Khusus 114/Satria Musara ke Papua, di Bandara Rembele, Bener Meriah, Senin (26/7/2021). 

REDELONG - Sebanyak 450 prajurit TNI-AD jajaran Kodam Iskandar Muda (IM) diberangkatkan untuk bertugas di Provinsi Papua. Keberangkatan terbagi dalam tiga gelombang. Untuk gelombang pertama berangkat pada Senin (26/7/2021) kemarin yang dilepas langsung oleh Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki, di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.

Jumlah prajurit yang diberangkatkan pada gelombang pertama kemarin sebanyak 200 personel dari Bataliyon Raider Khusus (RK) 114/Satria Musara (SM) yang dipimpin langsung oleh Danyon RK 114/SM, Letkol Inf Putra Negara. Sebanyak 200 prajurit ini diberangkatkan menggunakan dua pasawat Hercules milik TNI-AU dari Bandara Rembele menuju Makasar, dan kemudian dilanjutkan ke Papua.

Sedangkan untuk gelombang kedua, sebanyak 50 prajurit akan diberangkatkan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Krueng Geukeh, Aceh Utara pada tanggal 29 Juli 2021. Kemudian, gelombang ketiga akan diberangkatkan kembali sebanyak 200 prajurit menggunakan pesawat Hercules milik TNI-AU pada tanggal 3 Agustus 2021.

Usai melepas keberangkatan para prajurit kemarin, Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki mengatakan bahwa penugasan prajurit TNI-AD ke Papua ini bertujuan untuk menjaga kedaualatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Semoga prajurit kita diterima dengan baik oleh masyarakat Papua. Kita berdoa agar mereka juga diberikan keberhasilan dan kesehatan dalam bertugas," ujar Pangdam.

Menurutnya, penglepasan pasukan tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan (protkes) demi mencegah penyebaran Covid-19. "Sebelum diberangkatkan, prajurit sudah kita lakukan test swab antigen, jadi Alhamdulillah aman, karena itu yang diutamakan," imbuhnya.

Kepada para prajurit, Pangdam IM mengatakan bahwa tugas operasi merupakan suatu amanah, kehormatan, sekaligus kepercayaan yang harus dijawab dengan karya, penuh semangat, dedikasi dan disiplin.

"Penugasan operasi merupakan suatu kebanggaan, karena Negara mempercayakan tugas kemiliteran kepada kalian. Saya yakin, dengan dilandasi niat, kesungguhan, serta kemampuan sebagai seorang prajurit yang profesional, tugas ini akan dapat diselesaikan dengan hasil yang gemilang," ujar Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki dalam sambutannya.

"Segera lakukan adaptasi begitu sampai di tempat penugasan. Pahami dan hormati kultur, budaya, serta adat istiadat masyarakat di sana. Rebut simpati dan hati rakyat agar terjalin kemanunggalan TNI-Rakyat," sambung Panglima.

Pangdam IM juga berpesan kepada para prajurit yang hendak bertugas menjalani operasi untuk membuktikan hasil latihan yang selama ini telah dilakukan. "Kalian adalah pemain utama. Kalian sudah dilatih dan disiapkan selama di sini, buktikan kalau kalian prajurit Sanggamara yang hebat," tegas Pangdam IM.

Pangdam mengaku sangat bangga kepada Satgas Pamtas Penyangga (Mobile) Yonif RK 114/SM. "Tidak ada tugas yang berat selama kalian bersama-sama. Saya yakin kalian bisa, karena kalian sudah dilatih. Saya sangat bangga melepas kalian. Kita semua bangga kepada kalian, kita tunggu keberhasilan kalian di sana untuk menjaga kedaulatan Negara kita, terima kasih," tutup Panglima.

Pangdam juga berpesan kepada prajurit dalam setiap bertugas agar jangan lupa berdoa dan selalu berpegang teguh saptamarga, sumpah prajurit, dan delapan wajib TNI. "Mudah-mudahan, prajurit Sanggamara Kodam Iskandar Muda dapat dicintai rakyat di Tanah Papua. Keberhasilan prajurit adalah keberhasilan kita, kebanggan masyarakat Indonesia," kata Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam menegaskan, penugasan TNI-AD jajaran Kodam Iskandar Muda ke tanah Papua merupakan kebanggaan besar sebagai seorang prajurit. "Ini adalah tugas yang sangat mulia. Semoga dengan adanya pasukan ini dapat membantu pemerintah dalam upaya pembangunan di tanah Papua," ujarnya.

Sebagai informasi, upacara tradisi pemberangkatan Satgas Pamtas Penyangga (Mobile) Yonif RK 114/SM ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum keberangkatan, prajurit sudah melaksanakan tes swab.

Tampak hadir dalam pelepasan itu, Danrem 011/LW, Kolonel Inf Sumirating Baskoro SE, Asisten Intelijen Kolonel Inf Ahmad Fikri Musmar, Asisten Personel Kolonel Inf Vivin Alivianto, Danlanud SIM, Kolonel Pnb Hendri Ahmad Badawi M.Han, Danbrigif 25/Siwah, Letkol Inf Roni Sulaiman, Dandim 0119/BM, Letkol Inf Valyan Tatyunis.

Selanjutnya, Plh Bupati Bener Meriah, Dailami, Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar, Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Bandy SIK, Ketua DPRK Bener Meriah, Mhd Saleh beserta Wakil Ketua, Anwar. Hadir juga, mantan bupati Bener Meriah, Ahmadi SE, Ketua DPC Partai Golkar Bener Meriah, M Amin, dan anggota DPRK Bener Meriah, Darwinsyah.(bud)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved