Rabu, 8 April 2026

Internasional

AS Kutuk Serangan Milisi Houthi ke Arab Saudi

Amerika Serikat (AS) mengutuk keras serangan milisi Houthi terbaru terhadap Arab Saudi. Kelompok yang didukung Iran menargetkan wilayah selatan

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pasukan pendukung Yaman mengambil posisi di perbukitan untuk menghadap serangan milisi Houthi di Marib, Yaman, Senin (21/6/2021). 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Amerika Serikat (AS) mengutuk keras serangan milisi Houthi terbaru terhadap Arab Saudi.

Kelompok yang didukung Iran menargetkan wilayah selatan Kerajaan dengan rudal balistik dan tiga drone bermuatan bahan peledak.

Biro Urusan Timur Dekat Departemen Luar Negeri AS juga menyerukan agar milisi Houthi menghentikan aksi militernya.

Dan berkomitmen pada gencatan senjata yang akan mengakhiri konflik di Yaman.

“Kami mengutuk serangan Houthi di Arab Saudi setelah ketenangan Idul Adha," tulis badan Pemerintah AS di Twitter.

Disebutkan, milisi Houthi harus menghentikan tindakan destabilisasi.

Baca juga: Pasukan Yaman Berhasil Rebut Markas Besar dari Milisi Houthi di Marib, Didukung Jet Tempur Koalisi

Milisi Houthi harus berkomitmen untuk segera melakukan gencatan senjata komprehensif untuk membantu mengakhiri perang Yaman.

"Saatnya kembali ke negosiasi dan mengakhiri konflik,” tulis badan pemerintah AS di Twitter.

Tim Lenderking, utusan khusus AS untuk Yaman, sebelumnya menekankan pentingnya menyelesaikan konflik di negara yang dilanda perang itu.

“AS sedang dalam upaya untuk membantu Yaman benar-benar berbelok ke arah perdamaian dan keamanan," katanya.

"Gencatan senjata hanya satu langkah dan kita harus terus membangun dari sana,” kata utusan itu dalam salah satu forum keamanan Timur Tengah.

Baca juga: Perang Terus Berkecamuk di Yaman, Komandan Medan Perang Milisi Houthi Tewas

Pasukan pemerintah Yaman dan suku sekutu, yang didukung oleh jet koalisi Arab, pada Minggu (25/7/2021) memukul mundur serangan Houthi terbesar dan paling sengit di Marib sejak Februari 2021.

Lebih dari 200 gerilyawan milisi Houthi tewas dalam bentrokan selama beberapa hari terakhir atau dalam serangan koalisi Arab selama beberapa hari terakhir, kata seorang komandan tentara Yaman.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved