Rabu, 27 Mei 2026

Perang Iran vs AS

Trump Buka Peluang Damai Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Rontok

Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam di tengah munculnya sinyal beragam terkait peluang tercapainya kesepakatan damai

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Tangkap layar YouTube The White House
PRESIDEN DONALD TRUMP - Presiden Donald Trump menjawab pertanyaan wartawan di Ruang Konferensi Pers James Brady di Gedung Putih, Sabtu (25/6/2026) malam. 

Trump Buka Peluang Damai Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Rontok

SERAMBINEWS.COM – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam di tengah munculnya sinyal beragam terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dalam perang yang terus berlangsung.

Di sisi lain, pasar saham Jepang justru melonjak hingga menyentuh rekor tertinggi baru karena investor mulai optimistis konflik AS-Israel dengan Iran dapat segera berakhir.

Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Minggu (25/5/2026), harga minyak mentah Brent turun lebih dari 5 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan yang dinilai membuka peluang perdamaian, meski tetap disertai ancaman tekanan terhadap Teheran.

Harga minyak Brent untuk kontrak Juli tercatat berada di level 97,94 dolar AS per barel pada pukul 04.00 GMT.

Baca juga: Ivanka Putri Donald Trump Jadi Sasaran Rencana Pembunuhan, Warga Irak Terkait IRGC Ditangkap

Angka itu turun sekitar 9 persen dibandingkan bulan lalu, namun masih lebih tinggi lebih dari sepertiga dibandingkan sebelum perang pecah pada akhir Februari 2026.

Trump Beri Sinyal Damai, Tapi Minta Tidak Terburu-buru
Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran berlangsung secara “tertib dan konstruktif”.

Namun, ia juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan.

“Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar. Tidak boleh ada kesalahan,” tulis Trump.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump mengklaim bahwa kesepakatan damai antara Washington dan Teheran “sebagian besar telah dinegosiasikan”.

Salah satu poin penting dalam pembahasan tersebut adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia.

Meski membuka peluang damai, Trump menegaskan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan sampai kesepakatan resmi benar-benar disahkan dan ditandatangani.

Baca juga: Unik! Kerbau Bule di Bangladesh Dinamakan Donald Trump, Akan Disembelih saat Idul Adha

Selat Hormuz Masih Jadi Faktor Utama

Analis pasar minyak senior Sparta di Singapura, June Goh, mengatakan kondisi dasar pasar energi sebenarnya belum berubah signifikan.

Menurutnya, sekitar 10 hingga 11 juta barel minyak mentah per hari masih tertahan akibat penutupan Selat Hormuz.

“Pasar memperkirakan akan ada limpahan sekitar 100 juta barel minyak dari kapal-kapal yang tertahan begitu kesepakatan tercapai,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved