Breaking News:

ASN Aceh Tengah Bekerja dari Rumah, Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi

Aparat Sipil Negara (ASN) di sejumlah instansi jajaran Pemkab Aceh Tengah, melakukan kegiatan bekerja dari rumah

Editor: bakri

TAKENGON - Aparat Sipil Negara (ASN) di sejumlah instansi jajaran Pemkab Aceh Tengah, melakukan kegiatan bekerja dari rumah (work from home/WHF) mengingat kondisi penyebaran Covid-19 di daerah itu, masih lumayan tinggi.

Work from home diterapkan untuk 90 persen ASN. Sedangkan 10 persen lagi berlaku work from office (WFO), sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pelayanan pada unit kerja masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Selasa (27/7/2021), melakukan pemantauan kegiatan WFH di sejumlah instansi. Dia mengatakan, penerapan bekerja dari rumah seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

(PPKM) berskala mikro.

“Ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19, terutama di lingkungan Pemkab Aceh Tengah. Saat ini, Aceh Tengah, berada pada PPKM level 3,” kata Shabela Abubakar.

Menurut Bupati, akhir-akhir ini terjadi kenaikan angka kasus Covid-19, dan assesment dari Kementerian Kesehatan RI, Kabupaten Aceh Tengah termasuk sebagai salah satu daerah yang melaksanakan PPKM level 3 yang mulai diberlakukan sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Khusus ASN dan tenaga kontrak pada OPD yang tugas dan fungsinya memberikan pelayanan mencakup kepentingan masyarakat luas seperti Satpol PP dan WH, BPBD, Petugas Kebersihan, Petugas Taman dan Petugas LPJU pada Dinas Lingkungan Hidup, RSUD Datu Beru, Takengon, dan Puskesmas tetap melakukan aktivitas masuk kantor.

“Walaupun saat ini kita menerapan sistem kerja WFH, akan tetapi pelayanan publik harus tetap berjalan, hanya sistemnya saja yang berbeda. Tapi ini, tetap akan kami pantau terus,” tegasnya.

Shabela Abubakar juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, terutama ASN untuk terus mematuhi aturan PPKM mikro dan meningkatkan kesadaran menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin ketat. "Yang membuat kebijakan adalah Pemerintah Pusat, bukan Pemerintah Kabupaten. Jadi kita hanya melaksanakan saja sesuai dengan arahan dari Pusat," lanjutnya.

Dia menambahkan, terkait dengan kapatuhan protokol kesehatan di Aceh Tengah, sudah cukup baik dan harus tetap dilaksanakan untuk menekan kasus Covid-19. “Upaya pencegahan penyebaran virus corona harus dilakukan bersama sama,” pungkasnya.

Pemantauan pelaksanaan WFH tersebut, Bupati Shabela Abubakar, didampinbgi Sekretaris Daerah Subhandhy Ap MSi dan Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ir Zikriadi MM.(my)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved