Selasa, 5 Mei 2026

Olimpiade Tokyo

Gubernur Tiga Prefektur Dekat Olimpiade Tokyo Minta Pemerintah Umumkan Darurat Virus Corona

Gubernur dari tiga prefektur dekat Olimpiade Tokyo meminta pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat virus Corona.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Kyodo News
Pekerja medis menggelar demonstrasi di kota Fukushima Jepang pada 23 Juni 2021 untuk menyerukan pembatalan Olimpiade Tokyo. 

SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Gubernur dari tiga prefektur dekat Olimpiade Tokyo meminta pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat virus Corona.

Media Jepang, Rabu (28/2021) melaporkan infeksi COVID-19 telah melonjak ke rekor tertinggi di ibu kota sejak Olimpiade Tokyo dibuka.

Tokyo mencatat 2.848 kasus baru virus Corona pada Selasa (27/7/2021) atau tertinggi sejak pandemi virus Corona dimulai.

Media melaporkan pihak berwenang telah meminta rumah sakit untuk menyiapkan lebih banyak tempat tidur untuk pasien di tengah lonjakan yang didorong oleh varian Delta.

Prefektur tetangga Tokyo, Kanagawa, Saitama dan Chiba saat ini berada di bawah pembatasan darurat yang lebih longgar.

Tetapi juga mengalami lonjakan infeksi, sehingga banyak penduduk bepergian ke ibu kota.

Baca juga: Tuan Rumah Olimpiade Tokyo Catat Rekor Baru, Konfirmasi 2.848 Kasus Baru Virus Corona

Asahi Shimbun melaporkan prefektur itu kemungkinan akan meminta pembatasan yang lebih ketat untuk menahan virus, dengan Chiba akan melakukannya mulai Rabu (28/7/2021).

Peningkatan tajam di ibu kota dapat mengurangi antusiasme untuk Olimpiade Musim Panas.

Meskipun ada banyak medali untuk atlet Jepang, karena banyak yang khawatir masuknya atlet dan ofisial dapat menambah lonjakan kasus virus Corona.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo pada Rabu (28/7/2021) melaporkan 16 kasus Covid-19 baru terkait Olimpiade, dengan total 169 sejak 1 Juli.

Atlet, staf, dan media Olimpiade harus mengikuti aturan ketat untuk mencegah penyebaran virus, termasuk pengujian yang sering.

Seorang juru bicara Komite Olimpiade Internasional mengatakan publik Jepang harus diyakinkan dengan langkah-langkah yang diambil oleh penyelenggara.

Sedangkan juru bicara Olimpiade Tokyo menyatakan ketidaknyamanan atas peningkatan kasus di ibu kota sambil mendesak para pemangku kepentingan untuk mematuhi aturan.

Lonjakan Tokyo mungkin menimbulkan masalah bagi Perdana Menteri Yoshihide Suga.

Baca juga: Pesenam Top Rusia Tersingkir dari Olimpiade Tokyo, Terkena Aturan Paling Ditakuti Seluruh Atlet

Dimana peringkat dukungannya berada di titik terendah sejak ia menjabat September 2020, menjelang pemilihan umum tahun ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved