Breaking News:

Bank Aceh Sudah Salurkan Rp 67,9 M Bantuan Usaha Mikro, Kepada 56.650 Penerima

PT Bank Aceh Syariah (BAS) hingga saat ini telah menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 67,9 miliar

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Aceh Syariah, Yusnimar 

BANDA ACEH - PT Bank Aceh Syariah (BAS) hingga saat ini telah menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 67,9 miliar kepada 56.680 pelaku usaha mikro di Aceh. Ini berarti sudah sekitar 70 persen dana bantuan tersebut disalurkan dari plafon yang dialokasikan Rp 97,113 miliar.

“Alhamdulillah, sampai 30 Juni 2021 lalu, penerima dana BPUM yang sudah mencairkan sudah 70 persen,” kata Pimpinan Divisi Sekretaris Perusahaan PT Bank Aceh Syariah (BAS), Yusminar, kepada Serambi, Rabu (218/7/2021).

Sementara terhadap sisanya sebesar 30 persen lagi, dikatakan Yusminar akan terus disalurkan dalam bulan Juli ini dan bulan berikutnya, sampai semua penerima dana BPUM yang berjumlah 80.928 orang menarik bantuan dana BPUM.

Yusminar menjelaskan, PT BAS menjadi penyalur dana BPUM setelah adanya kerja sama dengan Menkop dan UKM pada tanggal 6 April 2021 lalu. Pihaknya mengaku bersyukur atas ditunjuknya BAS, dan oleh sebab itu pihaknya langsung bekerja maksimal sehingga diharapkan realisasi penyaluran bisa selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Proses pencairan dana BPUM itu dilakukan di seluruh kantor BAS yang tersebar di seluruh Aceh. Petugas BAS terlebih dahulu akan mencocoknya Nomor Induk KTP (NIK) atau Nomor Kartu Keluarga penerima dana DPUM.

Setelah cocok, penerima dana wajib menandatangani formulir surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) dan baru kemudian bisa mencairkan dana BPUM.

“Kantor cabang pembantu dan kas BAS yang ada di kecamatan, kita minta dalam penyaluran dana BPUM mengikuti aturan yang sudah diatur oleh Menkop dan UKM,”

“Bila seorang pelaku usaha mikro yang telah terdaftar dan ditetapkan sebagai penerima dana BPUM oleh Kemenkopdan UKM ingin menarik dana, dia wajib menunjukkan kartu identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga dan sejenisnya,” ujar Yusminar.

Pimpinan Divisi Sekretaris Perusahaan PT Bank Aceh Syariah (BAS), Yusminar, juga mendengar informasi bahwa ada usulan baru lagi untuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang jumlahnya lebih besar, mencapai 209.652 orang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MSi yang dikonfirmasi Serambi juga membenarkan informasi tersebut. “Info dari Kementerian Koperasi dan UKM di Jakarta, sedang dalam proses seleksi,” katanya.

Pihaknya berharap bila keuangan negara masih tersedia, ada tambahan alokasi baru untuk penerima dana BPUM bagi pelaku usaha mikro di Aceh, sebelum akhir tahun. Sebab menurut dia, pelaku usaha mikro di Aceh sangat membutuhkan dana BPUM untuk tambahan modal usaha dalam masa pandemi Covid-19.

Ia menyebutkan, tahun ini, penerima dana BPUM paling banyak terdapat di Kabupaten Aceh Tenggara mencapai 26.182 orang, disusul Aceh Barat 12.049 orang, Banda Aceh 6.173 orang, dan Aceh Besar sebanyak 1.020 orang. Sedangkan yang paling sedikit adalah Kota Sabang sebanyak 72 orang.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved