Gempa Alaska
BREAKING NEWS - Gempa Bumi Berkekuatan M 8,2 Guncang Alaska Hari Ini
gempa itu merupakan gempa dangkal yang terjadi pada kedalaman 46,7 Km, dengan bujur 55.4742°LU dan 157.9173°W.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan 8,2 skala richter (SR) kembali mengguncang wilayah Semenanjung Alaska pada hari ini, Kamis (29/7/2021) atau 28 Juli 2021 pukul 22.15 waktu setempat.
Gempa yang berlangsung pada larut malam itu tepatnya terjadi di dekat Sandpoint Aleutians East, Alaska, AS.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) seperti dilansir dari Volcano Discovery, Kamis (29/7/2021), gempa itu merupakan gempa dangkal yang terjadi pada kedalaman 46,7 Km, dengan bujur 55.4742°LU dan 157.9173°W.
Gempa bumi dangkal memiliki kedalaman antara 0 dan 70 km.
Sehingga, dampak yang dirasakan sangat terasa karena lokasinya yang lebih dekat ke permukaan.
Setidaknya ada dua gempa susulan yang kuat, termasuk kekuatan awal 6,2 dan 5,6 skala Richter, lapor USGS.
Baca juga: Tojo Una-Una Sulteng Diguncang Gempa M 6,3, BMKG Ungkap Sejumlah Fakta
Baca juga: VIDEO Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar, Tercatat Ada 52 Kali Gempa Vulkanik Dangkal dalam 24 Jam
Berdasarkan data seismik awal, gempa seharusnya dirasakan secara luas oleh hampir semua orang di wilayah episentrum.
Ini mungkin menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang.
Guncangan sedang mungkin terjadi di Perryville yang terletak 66 mil dari pusat gempa, Chignik 71 mil jauhnya, Danau Chignik 74 mil jauhnya, dan Sandpoint 105 mil jauhnya.
Perkembangan selanjutnya akan terus diupdate.
Peringatan Tsunami
Otoritas Alaska telah mengeluarkan tanda peringatan tsunami setelah gempa dangkal berkekuatan 8,2 SR mengguncang lepas pantai wilayah itu.
Data awal yang dikeluarkan US Geological Survey menunjukkan kedalaman gempa berada di 29 mil (46,7 km)
"Peristiwa ini terasa di seluruh Semenanjung Alaska dan Kodiak," menurut Pusat Gempa Alaska, dikutip dari CNN.
Pasca gempa 8,2 SR, dua gempa susulan berkekuatan 6,2 dan 5,6 SR mengguncang wilayah tersebut
Peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk sebagian negara bagian, menurut Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS.
Itu termasuk Alaska Selatan dan Semenanjung Alaska, dari Pintu Masuk Hinchinbrook, (90 mil timur Seward) ke Unimak Pass.
Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk Kepulauan Aleutian, dari Unimak Pass (80 mil timur laut Unalaska), ke Samalga Pass, Alaska, yang berjarak 30 km sebelah barat daya dari Nikolski.
Polisi di Kodiak, kota terbesar di pulau Kodiak, meminta warga untuk melakukan evakuasi ke dataran tinggi.
Polisi menambahkan bahwa sekolah menengah akanb dibuka sebagai lokasi evakuasi warga.
Kota Kodiak berada di dekat ujung barat laut Pulau Kodiak, yang merupakan pulau terbesar di Alaska dan merupakan pulau terbesar kedua di AS.
Peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk Hawaii tetapi kemudian dicabut, laporan CNN.
"Berdasarkan semua data yang tersedia, tidak ada ancaman tsunami," kata Pusat Peringatan Tsunami Pasifik Layanan Cuaca Nasional.
Tingkat bahaya tsunami sedang dievaluasi untuk pantai Pasifik AS dan Kanada lainnya di Amerika Utara, menurut NWS.
Selandia Baru Keluarkan Peringatan
Laporan Fox News mengatakan, Badan Manajemen Darurat Nasional Selandia Baru mengeluarkan peringatan potensi terjadinya tsunami.
Badan itu memperkirakan gelombang tsunami akan mencapai Selandia Baru dalam waktu 12 jam.
Kesaksian Warga
Di Sand Point, Patrick Mayer, pengawas sekolah melaporkan kepada media Aleutians East Borough, saai itu ia sedang duduk di dapurnya ketika goncangan mulai terjadi.
"Itu mulai berguncang dan tidak berhenti," katanya.
“Itu berlangsung lama dan ada beberapa gempa susulan juga. Barang–barang di dapur berantakan dan kulkas jatuh ke lantai” ujar Mayer.
Dia kemudian pergi ke sekolah kota, yang terletak di dataran tinggi, untuk mengevakuasi diri.
Situasi serupa terjadi di King Cove, di mana dia memperkirakan sekitar 300 orang telah memadati gedung serbaguna sekolah.
Di Cold Bay, Michael Ashley mengatakan tanah berguncang cukup lama.
Tetapi guncangannya tidak terlalu parah daripada gempa berkekuatan 7,8 SR setahun lalu.
Kepala sekolah King Cove Paul Barker berada di rumahnya, sekitar setengah mil dari sekolah saat gempa terjadi.
“Semua yang ada di rumah saya bergetar,” katanya.
Ketika goncangan terjadi, dia menurunkan gambar dari dindingnya dan membawa barang-barang menjauh.
Setelah goncangan berhenti, dia pergi ke sekolah yang merupakan titik evakuasi masyarakat.
Dalam waktu 30 menit, gedung sekolah telah dipenuhi 300-400 pekerja dari pabrik pengalengan ikan terdekat.
“Kami sudah terbiasa dengan ini. Ini cukup normal untuk daerah ini untuk dengan gempa semacam ini, dan ketika sirene tsunami berbunyi, ini yang hanya kami lakukan, ”katanya.
“Ini bukan sesuatu yang biasa Anda lakukan, tetapi itu adalah bagian dari pekerjaan ketika tingga di sini dan menjadi bagian dari masyarakat.” Pungkasnya. (Serambinews.com/Yeni Hardika/Agus Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gempa-alaska-29-juli-2021.jpg)