Selasa, 21 April 2026

Dyah Erti Idawati, Ajak Masyarakat Lindungi Anak

Di Aceh, tindak kekerasan terhadap anak masih tinggi. Karenanya, hal ini harus menjadi perhatian semua pihak agar jumlah kasus tersebut dapat

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dyah Erti Idawati 

Di Aceh, tindak kekerasan terhadap anak masih tinggi. Karenanya, hal ini harus menjadi perhatian semua pihak agar jumlah kasus tersebut dapat diturunkan. Menyikapi masalah tersebut, dibentuklah satu gerakan bersama yang dinamai Gerakan Massal Perlindungan Anak (Gempa) yang bisa menyatukan semua pihak untuk bersama-sama memberikan perlindungan terhadap anak secara optimal.

“Hal ini membuat kita semua prihatin. Makanya lahir satu gerakan bersama yang bisa menyatukan semua pihak untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, saat menjadi narasumber dalam talkshow bertema “Perayaan Hari Anak Nasional Aceh” yang disiarkan langsung di Facebook Serambinews.com dan Radio Serambi FM, Rabu (28/7/2021).

Talkshow yang dipandu host, Tya Andalusia, ini juga menghadirkan narasumber lain yaitu Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Amrina Habibi.

Dari tahun ke tahun, menurut Dyah, pihaknya terus berupaya agar perlindungan terhadap anak dapat diberikan secara lebih optimal. “Hari Anak 2021 ini hanya momentum saja. Perjuangan panjang kita untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak sudah lama dilakukan. Dari tahun ke tahun, kita selalu mencoba dengan inovasi-inovasi baru, apa yang kita perbuat bisa lebih lagi memberikan perlindungan kepada anak,” kata Dyah yang juga Bunda PAUD Aceh.

Ia mengatakan, perlindungan yang diberikan harus lebih optimal, baik dari sisi hukum dan aspek lainnya. Dyah menyebutkan, ada lima layanan dasar yang harus dilakukan dalam rangka memenuhi hak anak yaitu pendidikan, gizi, kesehatan, perlindungan, dan kesejahteraan.

Dalam hal ini, sambung Dyah, Tim Penggerak PKK menjadi stakeholder terdepan karena visi dan misi PKK adalah menyejahterakan keluarga. Dan, anak adalah unsur dalam keluarga itu sendiri. “Kita semua tahu bahwa melindungi anak-anak adalah tugas kita semua. Sebab, merekalah masa depan kita. Nanti, tangan mereka lah yang akan menjadi tumpuan harapan-harapan kita, dan mereka lah yang akan menjadi pemimpin kita di masa mendatang,” jelas Dyah yang juga istri Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT.

Dyah juga berharap peringatan Hari Anak Nasional tak hanya sekedar slogan dan formalitas saja. Tapi, juga menjadi momentum bagaimana secara menyeluruh mengajak semua elemen masyarakat untuk bisa memberikan perlindungan kepada anak. “Dalam dua tahun ini, peringatan Hari Anak Nasional terkendala dengan Covid-19. Kita tak bisa mengumpulkan anak-anak dalam peringatannya, tapi perlindungan yang diberikan harus lebih optimal lagi dan inovasi apa lagi yang harus kita lakukan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Aceh, Amrina Habibi, menyampaikan, dalam peringatan Hari Anak Nasional Aceh yang dilaksanakan pada Kamis (29/7/2021) juga akan ada penandatanganan komitmen bersama dari para pihak sekaligus mendeklarasikan Gerakan Massal Perlindungan Anak (Gempa).

Harus giat belajar

Sebelumnya, Dyah mengungkapkan, giat dan ketekunan dalam belajar adalah salah satu kunci sukses menggapai cita-cita. Pesan tersebut disampaikan Dyah menyemangati anak-anak yatim saat berkunjung ke Yayasan SOS Children Village, dalam rangka  Hari Anak Nasional tahun ini dan Celebration SOS Day, pada Rabu (28/7/2021).

“Jadilah anak yang baik. Dengarkan setiao arahan dan bimbingan dari para guru dan kakak pembimbing di sini. Belajar yang giat agar semua yang anak-anakku cita-citakan bisa tergapai, Aamiin,” ujar Dyah berpesan.

Dalam kunjungan yang menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat, Dyah turut didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Safrida Yuliani, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Nevi Ariyani, dan perwakilan Pegadaian Aceh.

Dyah Erti terlihat bahagia saat berdialog dengan para bocah. “Coba sebutkan, apa cita-cita ananda semua?” tanya Ibu dua putra itu. “Jadi Tengku,” ujar salah seorang anak. “Wah, bagus sekali cita-citanya. Insya Allah terkabul,” harap Dyah. “Jadi atlit bunda. Atlit panjat tebing,” timpal bocah lain. Dyah Erti mengangguk dan tersenyum bahagia melihat keceriaan para bocah di Yayasan SOS Children Village.

Menurut Dyah, kunjungan ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Aceh dan semua pihak terhadap tumbuh kembang anak, di Bumi Serambi Mekkah. Di akhir acara, Dyah bersama Ketua DWP Aceh, pimpinan Yayasan SOS Children Village Reynaldi, Kadis P3A, dan tamu undangan llainya membubuhkan tanda telapak tangan pada kain putih yang sudah disediakan, serta sebagai bentuk dukungan pada kampanye stop kekerasan terhadap anak. (una)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved