Cuaca Panas
Hingga Tiga Hari Mendatang Aceh Masih Berpotensi Dilanda Cuaca Panas
Namun juga ada wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi hujan ringan tapi tidak merata, seperti Sabang, Aceh Besar, Subulussalam, Barat Selatan, Aceh B
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Mawaddatul Husna I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Selama dua hingga tiga hari ke depan, provinsi Aceh masih berpotensi terjadi cuaca panas, khususnya untuk daerah Aceh Timur, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Sabang, Aceh Besar.
Namun juga ada wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi hujan ringan tapi tidak merata, seperti Sabang, Aceh Besar, Subulussalam, Barat Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Bener Meriah, Aceh Tenggara.
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Data dan Informasi BMKG Bandara SIM, Zakaria Ahmad kepada Serambinews.com, Kamis (29/7/2021).
“Aceh sudah memasuki musim kemarau dan bahkan puncak musim kemarau,” sebutnya.
Ia mengatakan beberapa hari lalu, sudah dideklarasikan terkait Angin Geurute, karena pada bulan Agustus untuk Aceh Jaya, Aceh Barat Daya dan sekitarnya itu ada sedikit hujan.
Namun pengaruhnya itu di Aceh Besar, Pidie dan Banda Aceh mengalami kekeringan hingga angin kencang dengan kecepatan 20-40 km/jam.
“Ini disebut angin fohn, tapi karena terjadi di Aceh yang diakibatkan oleh gunung geurute maka kita namakan angin geurute,” ujarnya.
Ia menjelaskan angin geurute terjadi setiap tahun namun baru ditemukan setelah dianalisis dan melihat fenomena yang terjadi.
• Arab Saudi Peringatkan Cuaca Ekstrem Dalam Beberapa Hari ke Depan
Di satu sisi gunung geurute hujan, tapi di sisi lain kering.
Hal itu karena angin yang bertiup dari Samudera Hindia menabrak gunung, massa uap air yang dibawa angin itu berkumpul di sekitar geurute kemudian hujan jatuh di tempat tersebut.
Sementara di wilayah sebelahnya terjadi udara kering dan angin kencang.
Dalam hal ini, masyarakat di wilayah Aceh Besar, Pidie perlu mewaspadai terhadap kekeringan, kebakaran hutan, lahan, dan pemukiman.
“Kalau bisa menghindari menanam tanaman yang membutuhkan air banyak seperti palawija. Disamping itu waspada juga angin kencang yang dapat mengakibatkan pohon tumbang,” imbuhnya.
• Mencapai 56 Derajat Celcius, Amerika Serikat Catatkan Rekor Suhu Terparah Akibat Gelombang Panas
Zakaria juga mengimbau untuk para nelayan perlu waspada terhadap gelombang tinggi, termasuk juga di Perairan Barat Selatan Pulau Simeulue yang tinggi gelombangnya bisa mencapai 4-6 meter.