Breaking News:

Berita Nasional

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona pada Juli 2021 Merupakan yang Tertinggi Selama Pandemi

"Kematian akibat Covid-19 pada dua minggu ke belakang bertambah lebih dari 1.000 setiap hari. Bahkan pada 27 Juli 2021 lalu tercatat sebanyak 2.069."

Editor: Ibrahim Aji
DOK/Satgas Covid
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. 

"Kematian akibat Covid-19 pada dua minggu ke belakang bertambah lebih dari 1.000 setiap hari. Bahkan pada 27 Juli 2021 lalu tercatat sebanyak 2.069."

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Jumlah kematian akibat Covid-19 pada Juli 2021 menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi.

Demikian disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Wiku Adisasmito.

"Kematian akibat Covid-19 pada dua minggu ke belakang bertambah lebih dari 1.000 setiap hari. Bahkan pada 27 Juli 2021 lalu tercatat sebanyak 2.069 (kematian dalam sehari)," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/7/2021).

"Bulan Juli ini menjadi bulan dengan kematian paling banyak selama pandemi di Indonesia.”

“Hingga kemarin, total sebanyak 30.168 kematian tercatat di bulan ini," kata dia.

Baca juga: Banda Aceh Dinobatkan Sebagai Kota Layak Anak 2021, Gubernur Aceh Serah Penghargaan kepada Aminullah

Baca juga: Walaupun Cetak Sejarah di Olimpiade Tokyo 2020, Greysia/Apriyani Pilih Fokus Pertandingan ke Depan 

Diungkapkan, angka kematian ini sangat tinggi mengingat sebelumnya kematian tertinggi pada Juni sebanyak 7.913.

Jika dilihat dari provinsi yang mengalami kenaikan kematian mingguan per 25 Juli 2021, menurut dia, ternyata 5 dari 10 provinsi berada di luar Jawa-Bali.

Wiku mengatakan, meski Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta masih menjadi penyumbang tertinggi angka kenaiman kematian, sejumlah provinsi lain perlu diwaspadai kondisinya.

"Waspada juga dengan Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan yang turut jadi penyumbang tertinggi kenaikan kasus kematian mingguan," ujar Wiku.

"Ini harusnya jadi alarm kepada pemda karena sebagian besar kabupaten/kota di provinsi itu tidak menjalani PPKM level 4," kata dia.

Baca juga: Aktivis Mahasiswa di Ambon Ditangkap Polisi, Gara-gara Ajak Demo Turunkan Jokowi di Facebook

Baca juga: Kekecewaan Raja Malaysia Terhadap Muhyiddin Yassin, Pencabutan Darurat Covid-19 Dinilai Tergesa-gesa

Adapun jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia sampai saat ini masih terus bertambah.

Berdasarkan data milik pemerintah hingga Kamis (28/7/2021), tercatat ada penambahan pasien meninggal sebanyak 1.893 orang dalam 24 jam terakhir.

Dengan demikian, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 kini ada 90.552 orang.

Baca juga: Disomasi Moeldoko Terkait Tudingan Soal Bisnis Ivermectin, Begini Respons ICW

Baca juga: Lontaran Lava Pijar Erupsi Gunung Ile Lewotolok Picu Kebakaran Hutan dan Lahan, Api Sulit Dipadamkan

PPKM berlevel dikhawatirkan naikan kasus Covid-19

Sementara itu, Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, khawatir pengalihan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat menjadi PPKM berlevel di tiap daerah akan membuat daerah tidak melaporkan kondisi sebenarnya.

"Saya khawatirkan bahwa setiap kabupaten/kota enggak fair mengemukakan kasus Covid-19 dengan baik.”

“Karena sekarang saja negara tidak baik mengemukakan kasus Covid-19, apalagi kalau kabupaten/kota," ujarnya, Kamis (29/7/2021).

Usai PPKM darurat memang terjadi penurunan.

Namun kembali, penurunan kasus sangat bergantung dari partisipasi masyarakat dalam mengikuti aturan PPKM.

Baca juga: Mbappe Pilih Perjuangkan Liga Champions Bersama PSG, Sang Bintang Muda Tolak Tawaran Real Madrid?

Baca juga: Tangan Abdullah Putus Akibat Kecelakaan, Ditemukan 30 Meter dari Lokasi Kejadian, Korban Belum Sadar

Ketika PPKM darurat sejak tanggal 3-20 Juli 2021, Tri Yunis melihat adanya partisipasi masyarakat sebanyak 60 persen.

Dus, jika PPKM dialihkan berlevel tiap daerah, Tri Yunis mengkhawatirkan jika terjadi perburukan.

"PPKM darurat minta ampun korbannya besar, sekarang aja saya sudah marah dengan pemerintah karena membiarkan kematian itu di atas 1.000 seharinya.”

“Bayangkan kalau di atas 1.000 dalam sebulan kita sudah membiarkan orang yang meninggal karena Covid-19 sebanyak 30.000 orang.”

“Saya ingatkan itu dari bulan Maret tahun 2021, jangan sampai jangan sampai seperti India," ujarnya.

Baca juga: Jemput 201 Kg Sabu di Tengah Laut Aceh, Delapan Terdakwa Dituntut Hukuman Mati

Baca juga: Pelari AS Emily Infeld Gagal Bersaing di Olimpiade Tokyo, Penguntit Buyarkan Impiannya

Ia mengibaratkan PPKM darurat yang lalu sebagai pemadam kebakaran yang sudah berdampak besar.

Kini, upaya pengendalian pandemi dapat dilakukan dengan memaksimalkan vaksinasi, protokol kesehatan serta memasifkan testing dan tracing.

Partisipasi masyarakat juga berperan dalam penanggulangan pandemi.(*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Jumlah kematian sepanjang Juli jadi yang tertinggi selama pandemi Covid-19"

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved