Keumamah, Antara Munawar dan Berawal dari Iseng
Namun, pada akhirnya ia mengolah ikan itu menjadi kuliner siap saji. Kini, dia sudah sukses memproduksi keumamah dengan aneka varian
* Manfaatkan Tangkap Melimpah Nelayan
Munawar (41), warga Lhokseumawe itu tergerak melihat ikan tangkapan nelayan banyak terbuang. Awalnya, dia hanya iseng saja. Namun, pada akhirnya ia mengolah ikan itu menjadi kuliner siap saji. Kini, dia sudah sukses memproduksi keumamah dengan aneka varian. “Awalnya iseng aja. Tapi, setelah lima tahun membuahkan hasil,” ucap Munawar atau panggilan akrab Cek Mun kepada Serambi, Selasa (27/7/2021).
Kini, Cek Mun sukses mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Keumamah) di bidang kuliner sambal sunti, dan keumamah ala Mr Phep dari Lhokseumawe. Usahanya itu dirintis lebih kurang lima tahun terakhir.
Munawar juga tercatat sebagai Dosen Ilmu Managemen dan Kewirausahaan Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen. Sebelum masa pandemi, ia mampu meraup omset Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan. Namun, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, penjualannya merosot tajam dan produksinya juga sesuai pesanan saja.
“Awalnya iseng-iseng, saya masak dan kasih ke teman-teman di kampus. Saat itu, kata mereka masakan saya sudah layak untuk dijual. Atas saran kawan-kawan, kemudian saya kemas dalam plastik bening serta belum ada kemasan,” katanya.
Cek Mun mengatakan, dirinya termotivasi untuk mengembangkan home industry tersebut lebih serius. Pada tahun 2018, dia mulai membuat kemasan yang menarik dengan diberi nama Mr Phep Marine Product, dan mengurus segala keperluan administrasinya.
“Jadi, pada tahun 2016 lalu, saya sering membaca berita, bahwa ikan tongkol melimpah bahkan hingga membusuk tidak ada yang beli, serta dimanfaatkan. Disitulah membuat saya sangat prihatin, karena hasil tangkapan nelayan tak terpasarkan," pungkasnya.(zak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/keumamah-mr-phep.jpg)