Olimpiade Tokyo
Pelari AS Emily Infeld Gagal Bersaing di Olimpiade Tokyo, Penguntit Buyarkan Impiannya
Pelari profesional AS, Emily Infeld menceritakan kisahnya dikuntil selama tiga tahun. Bahkan, dia mengalami stres menghadapi pelecehan yang akhirnya m
Dia bersiap untuk Olimpiade Musim Panas Tokyo pada tahun 2020 yang akhirnya ditunda karena pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.
Pada Februari 2020, dia mengikuti perlombaan di Boston, yang akan menjadi indikator kemampuannya untuk membuat uji coba Olimpiade yang dijadwalkan pada Juni.
Ketika Infeld berada di Boston, dia mendengar Donnelly kembali di media sosial memposting tentang dia.
"Jantung saya berdebar karena itu adalah sesuatu yang sejujurnya saya pikir sudah selesai," katanya kepada ESPN.
"Ketika saya menerima rentetan pesan ini, itulah yang membuat saya takut," ungkapnya.
Baca juga: Fenomena Menakutkan Menimpa Altet Senam AS, Simone Biles Mundur dari Olimpiade Tokyo
Dia mendorong Donnelly dari pikirannya untuk fokus pada lomba 5.000 meternya.
Akhirnya menjadi yang terbaik dengan 14 menit, 51,91 detik dan akan lolos ke Olimpiade dengan waktu itu, menurut ESPN.
Pada Juni 2020, Donnelly memposting di LinkedIn bahwa dia datang ke Portland untuk membunuh Infeld.
Dia memang menyewa kamar beberapa mil dari rumah Infeld.
Penyewa lain di mana dia tinggal dilaporkan mengeluh tentang dia, dan dia diusir.
Dia kemudian menyewa kamar yang lebih dekat dengan rumah Infeld.
Infeld dan tunangannya, Max Randolph, melarikan diri ke Atlanta, Georgia, di mana dia mengatakan stres dan tidak bisa fokus pada latihan.
“Saya telah bekerja sangat keras untuk menjadi pelari yang baik, tetapi dalam satu momen, rasanya seperti semua itu diambil dari saya,” kata Infeld kepada ESPN.
"Hidup saya tidak lagi dalam kendali saya," ujarnya.
"Maksud saya, saya melarikan diri dari rumah saya dan saya terus berpikir," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelari-profesional-as-emily-infeld.jpg)