Minggu, 12 April 2026

Aceh Dapat Tambahan Vaksin, 33 Ribu Dosis Sinovac Dijadwalkan Tiba Hari Ini

Kabar gembira untuk Aceh di tengah menipisnya stok vaksin Covid-19 di gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh dan bahkan persediaan

Editor: bakri
FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH
Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, menyampaikan arahan kepada bupati/wali kota se-Aceh dalam rapat secara virtual melalui video conference di Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (29/7/2021). 

BANDA ACEH - Kabar gembira untuk Aceh di tengah menipisnya stok vaksin Covid-19 di gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh dan bahkan persediaan di sejumlah kabupaten/kota yang sudah mulai kosong. Aceh mendapat tambahan vaksin produksi Sinovac sebanyak 33 ribu dosis dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Vaksin tersebut dijadwalkan tiba di Aceh pada Jumat (30/7/2021) hari ini.

“Saat ini stok vaksin yang tersedia sebanyak 600 dosis. Menurut informasi, kita akan menerima tambahan 33.300 dosis lagi dari Kemenkes RI yang insya Allah akan tiba siang ini. Hal ini memberikan gambaran bahwa alokasi vaksin yang kita terima sangat terbatas," jelas Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, dalam rapat virtual dengan bupati/wali kota se-Aceh, pada Kamis (29/7/2021).

Rapat yang berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh itu dipandu Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes.

Pertemuan yang menerapkan protokol kesehatan (protkes) secara ketat tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh, serta para Asisten Sekda, Kepala SKPA, dan para Kepala Biro di Lingkungan Sekretariat Daerah Aceh.

Dalam arahannya kepada bupati/wali kota dan forkopimda kabupaten/kota, Gubernur menyampaikan beberapa pesan, khususnya dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 di Aceh. Mulai awal Juli 2021, sebut Nova, kasus Covid di Aceh relatif membaik dibanding pada April hingga Juni lalu. Namun, sambung Gubernur, dalam sepekan terakhir di sejumlah kabupaten/kota kasusnya kembali naik. Kabupaten/kota dimaksud seperti Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Singkil.

Meski demikian, data terakhir yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Nasional, seluruh wilayah Aceh saat ini bebas dari zona merah. Sebanyak 10 kabupaten/kota masuk dalam zona oranye, dan 13 kabupaten/kota lainnya masuk dalam zona kuning. "Kondisi ini jangan sampai membuat kita lengah, tapi sebaliknya kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Berbagai upaya pencegahan terus kita perkuat dan tingkatkan, sehingga semua wilayah Aceh dapat terbebas dari pandemi ini," ungkap Nova.

Dalam rangka penanganan Covid, menurutnya, jajaran Pemerintah Aceh sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, sebut Nova, melaksanakan zikir dan doa bersama secara virtual setiap hari kerja. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan pengharapan kepada Allah agar wabah ini segera berakhir dan semua masyarakat Aceh dilindungi oleh Allah. Gubernur berharap seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota dapat mengikuti langkah tersebut.

Selain itu, lanjut Nova, pemerintah juga terus mengejar capaian vaksinasi Covid-19 di Aceh. Sampai 26 Juli 2021, capaian vaksinasi Covid-19 di Aceh sebanyak 653.880 orang (16,23 persen) untuk dosis pertama dan 249.633 orang (6,20 persen) untuk dosis 2, dari sasaran sekitar 4 juta orang.  "Upaya mengejar capaian vaksinasi ini akan terus kita lakukan secara maksimal, walaupun dengan segala keterbatasan, termasuk kendala ketersediaan vaksin secara nasional yang berdampak pula kepada kita," kata Gubernur.

Sampai 28 Juli 2021, lanjut Nova, Pemerintah Aceh sudah menerima 666.840 dosis vaksin, dan yang terakhir didistribusikan ke Aceh sebanyak 37.400 dosis yang dikirimkan pada 22 Juli 2021. “Saat ini, stok vaksin yang tersedia sebanyak 600 dosis. Menurut informasi, kita akan menerima tambahan 33.300 dosis lagi dari Kemenkes RI yang insya Allah akan tiba siang ini. Hal ini memberikan gambaran bahwa alokasi vaksin yang kita terima sangat terbatas," jelas Nova.

Namun demikian, vaksin yang tiba hari ini (kemarin-red) adalah vaksin Moderna yang akan diberikan khusus suntik dosis ketiga bagi tenaga medis. Sementara vaksin Sinovac direncanakan tiba di Aceh pada Jumat (30/7 2021) hari ini.  Nova menyebutkan, perlu langkah-langkah strategis agar vaksin yang sudah diterima tidak menganggur dan harus segera dimanfaatkan.

Terkait penyaluran insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat dalam penanganan pasien Covid-19, Nova mengungkapkan, untuk tingkat provinsi, Pemerintah Aceh sudah merealisasikan insentif tenaga kesehatan RSUZA sampai April 2021 sebesar Rp.26,8 miliar (59 persen).

Gubernur berpesan agar bupati/wali kota memberikan perhatian lebih kepada para nakes. Namun, perlu diperhatikan bahwa terdapat batasan dan syarat yang harus tetap dipatuhi dalam melakukan refocusing dan pengalokasian insentif bagi nakes,. Batasab itu antara lain tidak boleh tumpang tindih atau rangkap.

Terkait vaksinasi dan insentif unruk nakes, Gubernur sudah menugaskan Sekda dan Kadis Kesehatan Aceh untuk menjumpai bupati/wali kota yang didampingi oleh sekda, kepala BPKD, kadis kesehatan dan direktur RSUD masing-masing, untuk membahas pelaksanaan vaksinasi serta realisasi insentif bagi tenaga kesehatan.

Untuk tahap pertama pada 29 Juli-2 Agustus 2021, Sekda Aceh akan melakukan kunjungan kerja ke Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.  "Untuk itu, kami harapkan para bupati/wali kota di kabupaten/kota tersebut untuk meluangkan waktu dan mendukung kegiatan tersebut," kata Nova seperti disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, kepada Serambi, sore kemarin.

Dalam rapat itu, Nova juga meminta bupati/wali kota untuk memberikan dukungan dan kemudahan akses pendistribusian penyaluran beras bantuan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ini. Hingga 28 Juli 2021, sebut Gubernur, realisasi penyaluran beras bantuan PPKM di Aceh sebesar 29,94 persen

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved