Dua Bocah Meninggal, Satu Diduga Keracunam 1 Tercebur dalam Drum Cat

Bocahmengembuskan napas terakhir diduga akibat keracunan setelah makan singkong bakar adalah DAA (2), warga Kampung Negeri Antara

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ BUDI FATRIA
Plt Bupati Bener Meriah, Dailami melihat tiga orang anak yang diduga mengalami keracunan usai makan singkong bakar yang menjalani perawatan medis di Puskesmas Singah Mulo, Bener Meriah, Kamis (29/7/2021). 

REDELONG - Dua bocah pada Rabu dan Kamis (28-29/7/2021), meninggal dunia di dua lokasi terpisah dan penyebab berbeda. Bocahmengembuskan napas terakhir diduga akibat keracunan setelah makan singkong bakar adalah DAA (2), warga Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Sedangkan bocah yang meninggal setelah tecebur ke dalam drum cat di rumahnya bernama Balqis Qiana Alisnya (1,6) asal Gampong Jurong Tengoh, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya (Pijay).

Dari Bener Meriah dilaporkan, empat bocah yang memiliki hubungan keluarga di Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kamis (29/7/2021) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB harus dilarikan ke Puskesmas Singah Mulo. Penyebabnya, mereka diduga keracunan usai menyantap singkong bakar.

Tiga dari empat bocah itu hingga kini masih dirawat di puskesmas tersebut. Mereka adalah N (16), RSP (10), dan B (7). Sedangkan satu bocah berinisial DAA (2) meninggal dunia dalam perjalanan saat hendak dirujuk ke RSUD Muyang Kute. DAA merupakan anak semata wayang dari Julma Salian (33). Sedangkan tiga bocah yang masih dirawat di Puskesmas Singah Mulo merupakan anak dari Ainun Marziah (43), mertua dari Julma Salian (33).

Kepala Puskesmas Singah Mulo, dr Fauzan Husaini S, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, anak yang meninggal itu saat tiba di Puskesmas dalam kondisi tidak sadarkan diri dan napasnya cepat (sesak). Melihat kondisi itu, sebut Fauzan, pihaknya langsung memasang impus dan memasukkan obat secara intravena.

Kemudian, menurut Fauzan, dirinya mendampingi langsung korban untuk dirujuk ke RSUD Muyang Kute menggunakan ambulans. "Dalam perjalanan, saya melihat nadi korban sudah tidak teraba. Karena kondisinya sudah kritis, korban kami singgahkan ke Puskesmas Lampahan yang terdekat,” jelasnya.

Sesampai di sana, dr Fauzanditemani tiga perawat piket Puskesmas Lampahan coba melakukan usaha resusitasi jantung paru (RJP) kepada anak tersebut. Namun, nyawa bocah itu tidak bisa terselamatkan juga.

Ayah korban, Julma Salian (33), menjelaskan, anaknya bersama tiga adik istrinya pada Rabu (28/7/2020) sekitar pukul 17.00 WIB, menyantap singkong yang mereka bakar di gubuk kebun. "Singkong tersebut awalnya mereka goreng dan sisanya dibakar," ujarnya.

Menurut Julma, singkong goreng juga dimakan oleh istri dan mertuanya. Namun mereka tidak mengalami mutah-mutah. "Kami juga makan singkong itu, tapi yang digoreng," sebutnya. Sedangkan anaknya mengalami muntah-mutah saat tertidur sekitar pukul 00.00 WIB. Lalu, ia melihat adik istrinya yang juga muntah-muntah. "Melihat kondisi itu, kami langsung membawa mereka ke Puskesmas Singah Mulo," ungkap Julma.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami, bersama anggota DPRK Bener Meriah, Sofyan, Kabag Prokopim Setdakab Bener Meriah, Rurlan Ramadhan, dan Camat Pintu Rime Gayo, Eddy Iwan Syahputra, ikut melihat korban yang sedang dirawat inap di Puskesmas Singah Mulo serta ke rumah duka di Kampung Negeri Antara.

Dalam kunjungan itu, Dailami menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam dan menyerahkan sejumlah bantuan kepada keluarga korban. "Dalam perjalanan untuk dirujuk ke rumah sakit, Allah berkehendak lain, anak tersebut tidak tertolong," sebut Dailami.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk memastikan makanan yang dimasak dengan benar, serta orang tua harus hati-hati dan memperhatikan makanan yang dimakan anak-anak.  "Semoga kejadian ini tidak terulang," harapnya.

Dikirim ke labkesda

Dinas Kesehatan Bener Meriah sudah mengambil sampel berupa bahan baku (singkong), sisa makanan, dan muntahan korban yang diduga keracunan usai memakan singkong bakar. "Malam ini (tadi malam-red), bahan baku makanan dan sisa makanan itu akan dikirim ke BPOM.  Sementara sisa muntahan kita kirim ke Labkesda Banda Aceh," ujar dr Fauzan. Menurutnya,pengujian sampel itu dilakukan untuk memastikan penyebab korban mengalami keracunan.

Camat Pintu Rime Gayo, Eddy Iwan Syahputra, mengatakan, tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Bener Meriah juga sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung singkong yang dikonsumsi oleh korban. Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk memastikan terlebih dahulu singkong yang akan dikonsumsi. "Bentuk fisik apa sudah berubah warna, apa sudah lama, atau masih segar," pesan Eddy Iwan Syahputra.

Tercebur dalam drum cat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved