Berita Bener Meriah
Viral Petani Bener Meriah Buang Tomat Akibat Harga Anjlok dan Permintaan Kurang
Sekarang ini, harga tomat di Bener Meiah hanya Rp 500 rupiah per kilogram sampai dengan Rp 1.000 per kilogram
Penulis: Budi Fatria | Editor: Muhammad Hadi
Laparan Budi Fatria | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Petani dan pedagang di Kabupaten Bener Meriah merugi karena harga beli tomat anjlok.
Bukan saja harganya yang anjlok, permintaan pasar juga mengalami penurunan yang diduga akibat pandemi Covid-19.
Harga tomat ditingkat petani dalam sepekan ini mengalami penurunan yang sangat dratis.
Biasanya, harga beli tomat ditingkat petani Rp 3.000 per kilogran sampai dengan Rp 4.000 per kilogram.
Baca juga: Uang Rp 2 Triliun Tak Ada, Ini Awal Kecurigaan dan Begini Kondisi Rumah Anak Akidi Tio di Sumsel
Sekarang ini, harga tomat di Bener Meiah hanya Rp 500 rupiah per kilogram sampai dengan Rp 1.000 per kilogram.
Akibat anjloknya harga dan kurangnya permintaan pasar, petani dan pedagang di Bener Meriah terpaksa harus membuang tomat mereka yang dipanen.
Viralnya, tomat yang dibuang oleh petani di Bener Meriah ini tersebar di akun Facebook (FB) Habib Johan Makmor.
Kemudian juga, pantauan Serambinews.com, di Pasar Tradisonal Balai Atu atau Pasar Sentral Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.
Baca juga: harga emas hari ini Senin 2 Agustus 2021, Berikut Rincian harga emas per gram
Terlihat, belasan ton tomat dibuang oleh pedagang di pasar tersebut.
"Kondisi ini sudah terjadi selama satu bulan, kami selaku pedagang yang juga petani mengalami kerugian besar karena harga tomat anjlok" ujar Ketua Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah (APSMB), Sabardi kepada Serambinews.com, Senin (2/8/2021).
Menurutnya, bukan saja harga yang anjlok, permintaan pasar juga mengalami penurunan.
"Biasanya dalam satu hari, kami bisa mengirimkan sampai 90 ton ke pasar di luar Bener Meriah,"
Baca juga: Tiga Warga Aceh Utara Meninggal dalam Ruang Isolasi di RSU Cut Meutia
Akibat permintaan berkurang, sekarang ini para pedagang di Bener Meriah hanya bisa mengirimkan sebanyak 20 ton tomat per harinya.
"Kondisi ini, kami petani yang juga pedagang menjerit kerena permintaan pasar berkurang dan harga anjlok," ungkapnya.
Terkait hal ini, ia selaku Ketua Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah (APSMB) meminta pemerintah hadir dan memperhatikan nasib para petani dan pedagang di kabupaten ini. (*)
Baca juga: Muskab PMI Bireuen Berlangsung Besok, Edi Obama Diperkirakan Menjabat Kembali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-buang-tomat-di-bener-meriah_harga-tomat-anjlok.jpg)