Minggu, 19 April 2026

Berita Bener Meriah

Viral Petani Bener Meriah Buang Tomat Akibat Harga Anjlok dan Permintaan Kurang

Sekarang ini, harga tomat di Bener Meiah hanya Rp 500 rupiah per kilogram sampai dengan Rp 1.000 per kilogram

Penulis: Budi Fatria | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kondisi tomat yang dibuang oleh pedagang di Pasar Sentral Bale Atu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Senin (2/7/2021). 

Laparan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Petani dan pedagang di Kabupaten Bener Meriah merugi karena harga beli tomat anjlok.

Bukan saja harganya yang anjlok, permintaan pasar juga mengalami penurunan yang diduga akibat pandemi Covid-19.

Harga tomat ditingkat petani dalam sepekan ini mengalami penurunan yang sangat dratis.

Biasanya, harga beli tomat ditingkat petani Rp 3.000 per kilogran sampai dengan Rp 4.000 per kilogram.

Baca juga: Uang Rp 2 Triliun Tak Ada, Ini Awal Kecurigaan dan Begini Kondisi Rumah Anak Akidi Tio di Sumsel

Sekarang ini, harga tomat di Bener Meiah hanya Rp 500 rupiah per kilogram sampai dengan Rp 1.000 per kilogram.

Akibat anjloknya harga dan kurangnya permintaan pasar, petani dan pedagang di Bener Meriah terpaksa harus membuang tomat mereka yang dipanen.

Viralnya, tomat yang dibuang oleh petani di Bener Meriah ini tersebar di akun Facebook (FB) Habib Johan Makmor.

Kemudian juga, pantauan Serambinews.com, di Pasar Tradisonal Balai Atu atau Pasar Sentral Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Baca juga: harga emas hari ini Senin 2 Agustus 2021, Berikut Rincian harga emas per gram

Terlihat, belasan  ton tomat dibuang oleh pedagang di pasar tersebut.

"Kondisi ini sudah terjadi selama satu bulan, kami selaku pedagang yang juga petani mengalami kerugian besar karena harga tomat anjlok" ujar Ketua Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah (APSMB), Sabardi kepada Serambinews.com, Senin (2/8/2021).

Menurutnya, bukan saja harga yang anjlok, permintaan pasar juga mengalami penurunan.

"Biasanya dalam satu hari, kami bisa mengirimkan sampai 90 ton ke pasar di luar Bener Meriah," 

Baca juga: Tiga Warga Aceh Utara Meninggal dalam Ruang Isolasi di RSU Cut Meutia

Akibat permintaan berkurang, sekarang ini para pedagang di Bener Meriah hanya bisa mengirimkan sebanyak 20 ton tomat per harinya.

"Kondisi ini, kami petani yang juga pedagang menjerit kerena permintaan pasar berkurang dan harga anjlok," ungkapnya.

Terkait hal ini, ia selaku Ketua Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah (APSMB) meminta pemerintah hadir dan memperhatikan nasib para petani dan pedagang di kabupaten ini. (*)

Baca juga: Muskab PMI Bireuen Berlangsung Besok, Edi Obama Diperkirakan Menjabat Kembali

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved