Breaking News:

Ombak Capai 5 Meter,Nelayan Lampulo Tunda Melaut

Sejumlah nelayan yang bermarkas di dermaga I dan II Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)

Editor: hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Lokasi objek wisata di Desa Kuala Ceurape, Jangka, Bireuen dihantam ombak, pantai rusak dan abrasi meluas sejak 26-28 Mei 2021 

BANDA ACEH - Sejumlah nelayan yang bermarkas di dermaga I dan II Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Kota Banda Aceh, menunda pergi melaut. Mereka menunda mencari ikan karena perairan di kawasan Banda Aceh dan Sabang badai kencang dengan tekanan antara 15-20 knot. Ketinggan ombang juga tidak bersahabat, berkisar  4-5 meter.

“Tekanan angin ditengah laut minggu ini mencapai 20 knot dan ketinggian ombak antara 4-5 meter. Kondisi itu sangat membahayakan keselamatan nelayan,” kata Sunar, awak kapal KM Novita Abadi, Senin (2/8/2021).

Sunar belum bisa memastikan kapan mereka akan melaut kembali, karena masih bergantung dengan cuaca. “Kalau untuk saat ini belum memungkinkan untuk pergi melaut, karena memang cuaca tidak bersahabat,” tandasnya.

Hal senada juga juga sampaikan Hasballah. Ia yang baru pulang melaut dua hari lalu mengatakan, cuaca buruk di tengah laut sudah terjadi sejak Jumat (30/7/2021) lalu. Selain tekanan angin, ketinggian gelombang juga sangat riskan bagi nelayan.

Sementara Kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo, Oni Kandi mengatakan, pada  Minggu (1/8/2021), jumlah boat yang pulang melaut mencapai 19 unit, dengan jumlah hasil tangkapan ikan yang dibawa pulang sebanyak 82,638 ton, atau rata-rata bawa pulang ikan 4,3 ton/unit boatnya.

Jenis ikan yang dibawa pulang, sebut Oni, ikan cakalang 37, 430 ton, ikan layang 40,908 ton, tongkol kral 1,316 ton dan tuna (yellow Fin) 8,742 ton. Sedangkan harga lelang ikannya sekitar Rp 15.000 – Rp 36.000/Kg .

Sementara pada hari Sabtu (31/7) sebelum, jumlah boat nelayan yang pulang melaut  masih sedikit sekitar 9 unit boat, dengan jumlah iksan yang dibawa pulang sekitar 40,796 ton. Jenis ikan yang dibawa pulang adalah, cakalang sebanyak 21,224 ton, layang 21,224 ton, tongkol krai 1,540 ton dan tuna (yellow fin) 2,716 ton. Sementara harga lelang ikannya berkisar antara Rp 17.000-Rp 28.000/Kg.

Oni mengungkapkan, bila dilihat dari volume ikan yang dibawa pulang pada hari Sabtu dan Minggu rata-rata  berkisar 4,3-4,5 ton/unit boat nelayan. Tapi terkait harga lelang, pada hari Minggu kemarin, harga lelang ikannya sedikit tinggi mencapai Rp 36.000/Kg, pada hari Sabtu sebelumnya paling tinggi Rp 28.000/Kg.

Kondisi itu menunjukkan, kata Oni, harga lelang  masih tinggi, karena pengaruh hasil tangkapan  boat nelayan yang bermarkas di PPS Kutaradja Lampulo, belum banyak. Kondisi itu disebabkan, masih kuatnya tekanan angin laut di wilayah barat  dan selatan Aceh, yang lautnya banyak ikan.

Dengan konsidi angin masih kencang dengan tekanan 20 knot dan ketinggian ombat di laut berkisar 4-5 meter, ungkap Oni, membuat ikan tidak muncul kepermukaan laut. Sehingga pada saat nelayan menabur jaringnya ke tengah laut bebas, hasil tangkapan ikan sedikit.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved