Selasa, 19 Mei 2026

Kesehatan

Berikut, Ketahuilah Gejala Diabetes Melitus yang Tak Disadari, Simak Tips Cegah Sejak Dini

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa)

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Diabetes 

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa)

SERAMBINEWS.COM - Penyakit diabetes bisa menyerang kapan saja.

Ada sejumlah gejala disebabkan penyakit ini.

Inilah gejala diabetes melitus yang wajib diketahui.

Diabetes melitus (DM) atau penyakit gula menjadi momok tersendiri bagi banyak orang.

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal.

Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Parahnya, tak sedikit orang harus diamputasi bagian organ tubuh untuk memutus penyebaran luka yang diakibatkan penyakit gula.

Baca juga: Madu Hutan Hasil Penangkaran, Apa Bedanya? Simak Manfaatnya Bagi Kesehatan

Baca juga: Pasca Dirawat Kondisi Putra Ahmad Dhani Cari Warteg, El Rumi Beraksi Selama 20 Menit

Baca juga: Bandara Dubai Harapkan Lonjakan Penumpang, Seusai Melonggarkan Pembatasan Perjalanan

Penyakit DM adalah gangguan metabolisme yang disebabkan gangguan gula dalam darah. Glukosanya melebihi batas normal sehingga kekurangan insulin.

*Gejala Diabetes

Gejala diabetes antara lain:

1. Sering lapar dan haus

2. Cepat lelah

3. Berat badan turun.

4. Sering buang air kecil apalagi malam hari, ini karena hormon mengatur kencing menurun hingga paling rendah pada malam hari sehingga memicu infeksi saluran kemih.

Dalam acara BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (3/8/2021), narasumber Dosen FKIK dan Kepala Lab FKIK UMB, Yurida Olvianie, Ns MKep mengatakan cara ukuran kadar gula dalam darah, maka penderita DM ini untuk kadar gula saat puasa angka ha lebih dari 126mg/do.

Kada gula dua jam pasca makan lebih dari 200 mg/dl. Dan kadar gula darah sewaktu lebih dari 200 mg/dl.

Baca juga: Khasiat Madu bagi Ibu Menyusui, Dicampur Jahe Dapat Melancarkan Aliran ASI

Jika angka-angka tadi sudah melebihi ambang batas, maka harus waspada.

Faktor pemicu DM ini antara lain obesitas (kegemukan), stres dan gaya hidup tidak sehat. Dan penderita DM ini juga bisa terjadi pada anak-anak.

*Penyebab Risiko Diabetes

Faktor risiko diabetes tipe 1, antara lain:

1.Faktor riwayat keluarga atau keturunan, yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama, karena berhubungan dengan gen tertentu.

Ilustrasi: bocah Obesitas (net)
2.Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia, berisiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.

3.Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4–7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10–14 tahun.

4.Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.

Faktor risiko diabetes tipe 2, antara lain:

1.Berat badan berlebih atau obesitas.

Baca juga: Berbagai Khasiat Temulawak Bagi Tubuh Manusia, Mampu Naikkan Imun Saat Covid-19 Melanda

2.Distribusi lemak perut yang tinggi.

3.Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.

4.Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.

5.Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.

6.Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.

7.Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.

Ilustrasi luka diabetes di kaki (Shutterstock/ROOMPHOTO)
8.Riwayat diabetes saat hamil.

9.Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.

Anak-anak bisa kena DM tipe satu. Tipe satu itu akibat autoimun atau kekebalan tubuh turu sehingga kemampuan tubuh memproduksi hormon insulin terganggu. Ini organ yang bermasalah pada pankreas.

Sedangkan DM tipe dua, hormon insulinnya ada, tapi tidak berfungsi secara efektif memindahkan glukosa ke sel sehingga terjadi pengumpulan gula darah.

Di masyarakat juga ada sebutan DM basah dan DM kering. Istilah ini memang tidak ada dalam dunia medis, hanya istilah yang biasanya ditujukan untuk kondisi luka.

Baca juga: Tips Merawat Kecantikan Kulit Menggunakan DNA Salmon, Berawal dari Negeri Ginseng Korea Selatan

"DM basah itu ada nanah yang lukanya tak kunjung sembuh dan bisa berujung amputasi. Adapun DM kering, lukanya menghitam dan tak kunjung membaik," papar Yurida.

Makanya, penderita DM sebisa mungkin hindari luka yang biasanya terjadi pada tangan dan kaki.

DM juga menimbulkan komplikasi penyakit lain. Akibat hiperglikemi atau kadar gula darah tinggi maka dapat memicu penyakit jantung dan stroke.

Dalam hal pengobatan, karena ada masalah pada insulin, maka penderita DM memang mesti rutin suntik insulin, yang mau tidak mau berlangsung selama masih menderita DM.

Selain itu menjaga makanan, mengatur pola hidup yang baik dan olahraga yang sesuai.

"Olahraga penderita DM itu intinya yang tidak menyebabkan cepat lelah. Boleh jalan kaki santai," jelas dosen di UM Banjarmasin tersebut.

Dalam hal menjaga makanan, perlu diet rendah karbohidrat. Nasi putih tetap boleh tapi ada takaran tertentu yang sesuai anjuran ahli gizi.

Batasi konsumsi buah yang mengandung banyak gula, antara lain semangka, mangga, nenas. Boleh makan sayur hijau, tempe, kacang merah dengan porsi sesuai takaran dari ahli gizi.

Hindari pemanis pada makanan dan minuman. Bagaimana dengan madu? Jika terjamin itu madu alami, boleh asal sesuai porsinya. Jangan konsumsi madu yang ada tambahan bahan pemanis lain.

Karena, penderita DM itu pankreasnya rusak. Makanya, harus kontrol makanan, gaya hidup dan olahraga.

Juga penting adalah support atau dukungan mental psikologis dari keluarga, sehingga penderita DM dapat mengontol kadar gula dalam darah.

*Cara alami mengobati diabetes

Melansir berbagai sumber, berikut ini saran cara mengobati diabetes secara alami untuk tujuan menjaga agar kadar gula darah dalam kisaran normal dan mencegah atau meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi diabetes:

1. Batasi jumlah kalori

Melansir Buku saku “Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Mellitus” yang diterbitkan Kemenkes RI pada 2005, diet yang baik merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan diabetes.

Makanan untuk penderita diabetes yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi seimbang dalam hal karbohidrat, protein, dan lemak, seseuai dengan kecukupan gizi baik, yakni sebagai berikut:

-Karbohidrat: 60-70 persen dari asupan kalori harian
-Protein: 10-15 persen dari asupan kalori harian
-Lemak: 20-25 persen dari asupan kalori harian
-Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuan, status gizi, umur, stress akut, dan kegiatan fisik, yang pada dasarnya ditujuan untuk mencapai dan mempertahankan berat ideal.

2. Penurunan berat badan telah terbukti dapat dapat mengurangi resistensi insulin dan memperbaiki respons sel-sel β terhadap stimulus glukosa.

Dalam salah satu penelitian dilaporkan bahwa penurunan 5% berat badan dapat mengurangi kadar HbA1c sebanyak 0,6% (HbA1c adalah salah satu parameter status DM), dan setiap kilogram penurunan berat badan dihubungkan dengan 3-4 bulan tambahan waktu harapan hidup.

2. Perhatikan jenis bahan makanan

Selain jumlah kalori, pilihan jenis bahan makanan juga sebaiknya diperhatikan. Masukan kolesterol tetap diperlukan, tapi jangan sampai melebihi 300 mg per hari.

Sementara, sumber lemak diupayakan yang berasal dari bahan nabati, yang mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh dibandingkan asam lemak jenuh.

Sebagai sumber protein sebaiknya diperoleh dari ikan, ayam (terutama daging dada), tahu dan tempe, karena tidak banyak mengandung lemak.

3. Pastikan konsumsi serat

Masukan serat sangat penting bagi penderita diabetes, diusahakan paling tidak 25 g per hari.

Serat dibutuhkan untuk membantu menghambat penyerapan lemak. Selain itu, makanan berserat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh juga dapat membantu mengatasi rasa lapar yang kerap dirasakan penderita DM tanpa risiko masukan kalori yang berlebih.

Di samping itu makanan yang mengandung serat seperti sayur dan buah-buahan segar umumnya kaya akan vitamin dan mineral. 4. Pilih olahraga yang tepat

4. Pilih olahraga yang tepat

Olah raga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Saat ini ada dokter olah raga yang dapat dimintakan nasihat untuk mengatur jenis dan porsi olah raga yang sesuai untuk penderita diabetes.

Prinsipnya, tidak perlu olah raga berat, olah raga ringan asal dilakukan secara teratur akan sangat bagus pengaruhnya bagi kesehatan.

Olahraga yang disarankan adalah yang bersifat CRIPE (Continuous, Rhytmical, Interval, Progressive, Endurance Training).

Sedapat mungkin mencapai zona sasaran 75-85 persen denyut nadi maksimal (220-umur), disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi penderita.

Beberapa contoh olahraga yang disarankan, antara lain jalan atau lari pagi, bersepeda, berenang, dan lain sebagainya.

Olahraga aerobik ini paling tidak dilakukan selama total 30-40 menit per hari didahului dengan pemanasan 5-10 menit dan diakhiri pendinginan antara 5-10 menit.

Olahraga akan memperbanyak jumlah dan meningkatkan aktivitas reseptor insulin dalam tubuh dan juga meningkatkan penggunaan glukosa.

5. Banyak minum air

Melansir Health Line, minum cukup air dapat membantu penderita diabetes menjaga kadar gula darah dalam batas yang sehat.

Selain mencegah dehidrasi, ada baiknya ginjal membuang kelebihan gula darah melalui urin.

Sebuah studi pengamatan menunjukkan bahwa mereka yang minum lebih banyak air memiliki risiko lebih rendah terkena kadar gula darah tinggi.

Air minum secara teratur menghidrasi ulang darah, menurunkan kadar gula darah dan mengurangi risiko diabetes.

Perlu diingat bahwa air putih dan minuman non-kalori lainnya adalah pilihan yang terbaik.

Minuman yang dimaniskan dengan gula hanya akan meningkatkan glukosa darah, mendorong kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes.

6. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah

Indeks glikemik dikembangkan untuk menilai respons gula darah tubuh terhadap makanan yang mengandung karbohidrat.

Baik jumlah dan jenis karbohidrat menentukan bagaimana makanan mempengaruhi kadar gula darah.

Mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah telah terbukti mengurangi kadar gula darah jangka panjang pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Meskipun indeks glikemik makanan penting, jumlah karbohidrat yang dikonsumsi juga penting.

Makanan dengan indeks glikemik rendah termasuk makanan laut, daging, telur, gandum, barley, kacang-kacangan, lentil, kacang-kacangan, ubi jalar, jagung, ubi jalar, sebagian besar buah-buahan dan sayuran non-tepung.

7. Kontrol stres

Stres dapat memengaruhi kadar gula darah penderita diabetes. Hormon seperti glukagon dan kortisol disekresi selama stres.

Hormon-hormon ini menyebabkan kadar gula darah naik. Satu studi menunjukkan bahwa olahraga, relaksasi dan meditasi secara signifikan mengurangi stres dan menurunkan kadar gula darah untuk siswa.

Latihan dan metode relaksasi seperti yoga dan pengurangan stres berbasis kesadaran juga dapat memperbaiki masalah sekresi insulin pada diabetes kronis.

8. Monitor kadar gula darah secara rutin

Mengukur dan memantau kadar glukosa darah dapat membantu penderita diabetes mengendalikan penyakitnya.

Misalnya, melacak membantu mereka menentukan apakah perlu melakukan penyesuaian dalam makanan atau obat-obatan.

Ini juga akan membantu para penderita diabetes mengetahui bagaimana tubuh bereaksi terhadap makanan tertentu. Coba ukur level Anda setiap hari, dan catat nomornya dalam buku catatan.

9. Cukup tidur

Tidur yang cukup terasa luar biasa dan diperlukan untuk kesehatan yang baik.

Kebiasaan tidur yang buruk dan kurang istirahat juga memengaruhi kadar gula darah dan sensitivitas insulin.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan berat badan. Kurang tidur mengurangi pelepasan hormon pertumbuhan dan meningkatkan kadar kortisol.

Kedua hal ini memainkan peran penting dalam kontrol gula darah. Selain itu, tidur yang baik adalah soal kuantitas dan kualitas. Yang terbaik adalah mendapatkan jumlah tidur berkualitas tinggi yang cukup setiap malam.

10. Makan makanan kaya chromium dan magnesium

Kadar gula darah tinggi dan diabetes juga dikaitkan dengan defisiensi mikronutrien. Contohnya termasuk kekurangan mineral chromium dan magnesium.

Chromium terlibat dalam metabolisme karbohidrat dan lemak. Ini juga membantu mengontrol kadar gula darah, dan kurangnya kromium dapat membuat Anda cenderung tidak toleran terhadap karbohidrat.

Namun, mekanisme di balik ini tidak sepenuhnya diketahui. Studi juga melaporkan berbagai temuan.

Dua studi pasien diabetes menunjukkan bahwa kromium memiliki manfaat untuk kontrol gula darah jangka panjang.

Namun, penelitian lain menunjukkan tidak ada manfaat. Makanan kaya kromium termasuk kuning telur, produk biji-bijian, sereal tinggi dedak, kopi, kacang-kacangan, kacang hijau, brokoli dan daging.

Magnesium juga terbukti bermanfaat bagi kadar gula darah, dan defisiensi magnesium dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena diabetes.

Dalam sebuah penelitian, orang dengan asupan magnesium tertinggi memiliki risiko 47 persen lebih rendah untuk menjadi diabetes.

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Gejala Diabetes Melitus yang Wajib Diketahui, Simak Tips Cegah Sejak Dini, 

Berita terkait lainnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved