Internasional
Iran Bajak Kapal Tanker di Teluk Persia, Inggris Kirim Pasukan Khusus
Pasukan yang didukung Iran diduga membajak kapal tanker minyak di Teluk Persia pada Selasa (3/8/2021) malam.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pasukan yang didukung Iran diduga membajak kapal tanker minyak di Teluk Persia pada Selasa (3/8/2021) malam.
Insiden itu,m hanya beberapa hari setelah Iran disalahkan atas serangan pesawat tak berawak terhadap kapal tanker lain yang menewaskan seorang anggota awak Inggris dan Rumania.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris [UKMTO] Angkatan Laut Kerajaan Inggris memperingatkan tentang dugaan insiden pembajakan itu.
Diduga, terjadi dekat pelabuhan Emirat Fujairah, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Kapal yang dibajak itu diyakini sebagai Asphalt Princess, kapal berbendera Panama.
Tentara bersenjata dilaporkan menyerbu ke atas kapal.
Baca juga: Ironis, Serangan Milisi Iran ke Pasukan AS, Jelang Pertemuan Perdana Menteri Irak dengan Joe Biden
Kapal tanker pengangkaut bahan aspal itu diyakini sedang melakukan perjalanan ke Sohar, sebuah pelabuhan di pantai utara Oman, ketika diserang di mulut Selat Hormuz.
Data pelacakan satelit untuk kapal menunjukkan kapal itu perlahan menuju perairan Iran di lepas pelabuhan Jask pada Rabu (4/8/2021) pagi, menurut MarineTraffic.com.
Insiden itu terjadi setelah Dominic Raab, Menteri Luar Negeri, menuduh Iran melakukan pelanggaran yang disengaja dan melanggar hukum internasional.
Tuduhan itu muncul menyusul serangan pesawat tak berawak ke kapal tanker berbendera Liberia Mercer Street pekan lalu.
Inggris, Amerika Serikat dan Israel mengatakan yakin Iran berada di balik serangan itu , yang menewaskan seorang penjaga keamanan Inggris, dan telah bersumpah untuk membalas.
Ada kekhawatiran yang berkembang tentang tindakan Iran yang semakin agresif di Timur Tengah.
Tetapi, Inggris, Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara lain dalam diskusi rahasia tentang bagaimana membalas.
Baca juga: Israel Siap Hadapi Sendiri Iran, Kapal Tanker Negaranya Diserang di Lepas Pantai Oman
Sebuah tim pasukan khusus Inggris diketahui telah dikirim ke wilayah tersebut dan ada spekulasi yang berkembang serangan siber ofensif terhadap Iran sedang dipertimbangkan.
Perdana Menteri Israel pada Selasa (3/8/2021) menyerukan tanggapan internasional terhadap serangan di MV Mercer Street.
Tetapi memperingatkan, dia akan siap untuk melancarkan serangan sepihak jika aliansi terlalu lama terbentuk.
NATO mengutuk serangan di MV Mercer Street dan mengatakan negara-negara anggota Rumania, AS dan Inggris semuanya menyimpulkan Iran bertanggung jawab.
"Sekutu tetap prihatin dengan tindakan destabilisasi Iran di kawasan itu, dan meminta Teheran untuk menghormati kewajiban internasionalnya," kata aliansi itu.
Sedangkan pembajakan pada Selasa (3/8/2021) malam telah menyebabkan gangguan besar pada salah satu rute pelayaran terpenting di dunia.
Tak lama setelah peringatan UKMTO, empat kapal di area yang sama melaporkan mereka tidak lagi di bawah komando, sebuah istilah bahari yang berarti mereka tidak dapat bermanuver.
Sumber-sumber Inggris mengatakan kepada Sky News pada Selasa (3/8/2021) malam tidak ada hubungan Inggris dan Israel dengan kapal tanker Asphalt Princess.
Namun, Wendy Sherman, Wakil Menteri Luar Negeri AS, mengatakan AS sedang berkonsultasi dengan Inggris untuk memimpin dalam merumuskan tanggapan.
Baca juga: Atlet Judo Pembelot Iran Raih Medali Perak, Sampaikan Terima Kasih ke Israel
"Kami membiarkan Inggris memimpin, baik di PBB dalam hal apa tanggapannya, maupun tanggapan lebih lanjut," katanya kepada wartawan.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan:
"Kami sedang menyelidiki sebuah insiden di sebuah kapal di lepas pantai UEA."
Mercer Street dimiliki oleh perusahaan Jepang dan dikelola oleh anak perusahaan Zodiac Group yang berbasis di London, yang dimiliki oleh miliarder Israel, Eyal Ofe.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/iran-bajak-kapal-tanker-asphalt-princess.jpg)