Breaking News:

Jejak Gayo

Ketua DPRK Aceh Tengah Beri Apresiasi kepada Balar Sumut,  Ungkap Jejak Gayo Prasejarah

Apresiasi disampaikan Arwin Mega dalam acara  “podcast Legislatif” bertajuk “Menyusur Jejak Gayo Prasejarah” ditayangkan Live Serambinews

Penulis: Fikar W Eda | Editor: IKL
serambinews.com
Podcast Legislatif "Menyusur Jejak Gayo Prasejarah" dengan menghadirkan narasumber: Arwin Mega (Ketua DPRK Aceh Tengah), di pandu oleh Host Fikar W. Eda (Wartawan Serambi Biro Jakarta) di siarkan secara virtual. Selasa, 3/08/2021 

Ketua DPRK Aceh Tengah  Beri Apresiasi kepada Balar Sumut,  Ungkap Jejak Gayo Prasejarah

LAPORAN Fikar W.Eda ||Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON -Hasil kerja penelitian dan penggalian arkeologis yang dilakukan  Balai Arkeologi Sumatera Utara (Balar Sumut) pimpinan Dr Ketut Wiradnyana, Msi   yang mengungkap jejak kehidupan Gayo Prasejarah, mendapat apresiasi dan penghargaan dari Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega. 

Apresiasi disampaikan Arwin Mega dalam acara  “podcast Legislatif” bertajuk “Menyusur Jejak Gayo Prasejarah” ditayangkan Live Serambinews dan jaringan sosial media Serambi Grup, Selasa (3/8/2021).

 Jejak kehidupan Gayo Prasejarah   diungkap melalui penelitian dan penggalian arkeologis di Loyang Mendale, Ujung Karang, Loyang Pukes, Loyang Muslimin dll di seputaran Danau Laut Tawar, Aceh Tengah. Penelitian dan penggalian dilakukan selama sepuluh tahun sejak 2010.

“Secara khusus kita menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Peneliti Arkeologi dari Balai Arkeologi Sumatera Utara yang diketuai Dr Ketut Wiradnyana. Mereka menemukan berbagai tinggalan budaya dari zaman prasejarah. Mereka menemukan kerangka manusia, gerabah, kapak lonjong, kapak persegi, mata panah dan lain-lain sejak  8400 tahun sebelum Masehi.Ini sebuah temuan fantastis, bukan saja bagi orang Gayo melainkan juga bagi Indonesia secara umum,” ujar Arwin Mega. 

Disebutkan, dari segi ke-Gayo-an,temuan arkeologi tersebut mempertegas jejak kehidupan Gayo prasejarah, sejak zaman batu pertengahan, zaman batu muda sampai awal masehi. Dari segi keIndonesiaan, temuan itu konon mengubah teori penyebaran manusia di bumi Nusantara ini. 

Baca juga: Menyusuri Jejak Gayo Prasejarah: Perlu Penguatan Publikasi Temuan Hasil Penelitian

“Sekali lagi saya dan kita semua mengucapkan penghargaan dan apresiasi atas penggalian dan penelitian arkeologi yang dilakukan Pak Ketut dkk,” lanjut politisi PDI Perjuangan ini.

Ia juga menyampaikan, temuan itu memiliki  potensi besar dalam bidang pembangunan Dataran Tinggi Gayo masa depan. Bahwa Gayo, selain memiliki potensi alam Danau Laut Tawar, kopi Gayo,Taman Nasional Gunung Leuser, Saman Gayo warisan dunia tak benda, ternyata juga punya jejak kehidupan Gayo prasejarah. Semua ini akan membuka Gayo lebih cerah dan cemerlang lagi di masa depan. Bagaimana semua potensi budaya dan sejarah ini memberi nilai tambah kepada masyarakat, kepada daerah,” demikian Arwin Mega. 

Menurutnya Aceh Tengah dan kawasan Dataran Tinggi Gayo memiliki pekerjaan rumah yang besar yang harus dibahas melibatkan berbagai kalangan, terkait temuan Gayo Prasejarah itu. 

Ia menyarankan sejak dini dilakukan penataan, dimulai dengan diskusi intensif dengan Pak Ketut guna mendapatkan pandangan dan sarannya, termasuk juga pandangan para akademisi, budayawan, seniman dan sebagainya. “Pada saatnya kita harus bicara terfokus soal ini,” ujarnya.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved