Breaking News:

Video

VIDEO - Inilah Suku Pigmi, Bangsa Kurcaci yang Mengasingkan Diri dari Dunia Luar

Ketika kami bertemu orang Bantu, mereka menghina kami.Itu sebabnya kami tidak ingin meninggalkan hutan.

Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Safriadi Syahbuddin

SERAMBINEWS.COM, KRIBI - Meski ribuan tahun telah berlalu, orang Pigmi di Kamerun masih melekat dengan cara hidup lamanya selama berabad-abad.

Pigmi dikenal sebagai orang terpendek di dunia yang tinggal di sekitar Samudra Atlantik, tanah berhutan di Afrika Tengah dan Barat.

Nama "Pygmy" yang berarti "kurcaci" diberikan oleh orang Eropa karena orang-orang ini memiliki tinggi sekitar 120 sentimeter.

Diperkirakan saat ini ada sekitar 120.000 orang Pigmi di dunia karena banyak dari mereka tinggal di Kamerun, dekat dengan Samudra Atlantik. 

Ada suku Pigmi yang lebih kecil di Rwanda, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Zambia, Gabon, dan Angola.

Mereka masih berburu dan mengumpulkan tanaman buah-buahan.

Tinggal di daerah Bikuitsi-Njule yang berjarak 70 kilometer dari kota pesisir Kamerun Kribi, anggota tertua dari keluarga kerdil Amoura Aboumyem Amoura mengatakan, "Saya seorang wanita Pigmi dan saya bangga akan hal itu. Saya suka hidup dengan prinsip kami sendiri. Saya lahir di hutan ini dan ingin mati di sini."

“Hutan ini memberi kami semua yang kami butuhkan. Ketika kami bertemu orang Bantu (mereka terdiri dari salah satu suku terbesar di Kamerun dan tinggal di daerah dekat hutan) mereka menghina kami. Itu sebabnya kami tidak ingin meninggalkan hutan. Kami hanya tidak ingin mereka menyentuh hutan kami. Ini rumah kami," tambahnya.(Anadolu Agency)

Baca juga: Kamerun Hukum Dua Wanita Transgender Lima Tahun Penjara, Melanggar UU Homoseksualitas

Baca juga: Kisah Wanita Kamerun Menggapai Impian Jadi Dokter, Sempat Tidur dalam Kelaparan di Jalanan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved