Breaking News:

Video

VIDEO - Nasib Pedagang Bendera Merah Putih di Tengah Pandemi Covid-19

Dulu, saat kondisi normal, omzet per harinya bisa capai Rp 3 juta. Tapi sekarang ini, paling banyak per hari hanya 500 ribu rupiah.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: m anshar

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sudah lazimnya, tiap jelang HUT RI, akan bermunculan penjual bendera merah putih dan umbul-umbul di kwasan Kota Lhokseumawe.

Begitu juga jelang HUT Ke-76 RI tahun ini. Sejak sepekan lalu, para pedagang bendera merah putih mulai bermunculan di Kota Lhokseumawe.

Di tengah masa pandemi covid-19, para pedagang bendera merasakan bagaimana susahnya mencari uang. Omzet penjualan mereka menurun drastis.

Seperti diceritakan Umen (35) yang berjualan Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di pinggir jalan masuk Kota Lhokseumawe, tepatnya dekat jembatan Cunda, Lhokseumawe, Rabu (4/8/2021).

Umen sudah berjualan bendera yang diproduksi Bandung, Jawa Barat tersebut sejak 10 tahun lalu. Namun diakuinya, tahun ini, omzet penjualan menurun drastis.

Dulu, saat kondisi normal, omzet per harinya bisa capai Rp 3 juta. Tapi sekarang ini, paling banyak per hari hanya 500 ribu rupiah.

Bisa-bisa hanya cukup untuk makan saja.

Namun karena hanya ini usahanya, maka dirinya tetap bertahan. Umen berharap semoga kondisi cepat normal kembali.(*)

Narator: Ardiansyah

Video Editor: M Anshar

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved