Breaking News:

Wanita yang Viral di Medan Bukan Warga Aceh

Pemerintah Aceh sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan

Editor: hasyim
Serambinews.com
Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr Yusrizal, menyampaikan sambutan dalam acara seminar pengusulan Letnan Kolonerl (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar sebagai pahlawan nasional. 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan, terkait viralnya seorang wanita si Medan. Hasil penelusuran dan koordinasi dengan Tim Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Medan bahwa wanita dalam video tersebut bukanlah warga Aceh.

Hal itu disampaikan Kadis Sosial Aceh, Yusrizal, seusai berkoordinasi dan mendapatkan data hasil klarifikasi dari Dinas Sosial Kota Medan, Selasa (3/8/2021). “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Sumatera Utara dan Kadi Sosial Kota Medan. Berdasarkan penelusuran Tim TKSK Kota Medan, wanita tersebut bukan warga Aceh. Data yang diberikan sebagai orang Aceh adalah individu yang berbeda yaitu hanya pria lajang yang memang telah tinggal di Medan sejak 2006. Asalnya dari Gampong Pulo Panyang, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen,” jelas Yusrizal.

Sementara wanita yang viral tersebut, sambung Kadis Sosial Aceh, TKSK Kota Medan tidak menyampaikan data sebagai warga Aceh. Saat ini, sebutnya, Pemerintah Aceh masih menunggu informasi lebih lanjut dari Tim TKSK Dinsos Kota Medan.

Untuk diketahui, identitas pria lajang tersebut bernama Fuad. Ia berasal dari Gampong Pulo Panyang, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen. Fuad sudah hidup di Kota Medan sejak Tahun 2006 dan tinggal di bawah kolong jembatan sejak tahun 2009 dengan aktivitas sehari-hari mengumpulkan botol barang bekas.

“Pemko Medan melalui Dinsos setempat akan memfasilitasi kepulangan Fuad ke kampung halamannya, di Bireuen. Saat ini, Dinsos Aceh dan Dinsos Bireuen terus berkoordinasi dengan Dinsos Sumut dan Dinsos Medan. Sesuai protokol kesehatan, sebelum dipulangkan, saudara Fuad akan diswab,” jelas Yusrizal seperti disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, kepada Serambi, tadi malam.

Kadis Sosial Aceh  menambahkan, proses pengantaran Fuad ke kediamannya akan difasilitasi oleh Tim TKSK Dinsos Aceh dan Dinsos Bireuen. “Langkah berikutnya, Pemerintah Aceh akan mengumpulkan data dan informasi terkait saudara Fuad untuk kebutuhan administrasi dan menjadi prioritas dalam pemberian modal usaha ekonomi produktif,” pungkasnya. (jal)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved