Rabu, 6 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Front Pemuda Tamiang Tuntut Nova Mundur dari Gubernur Aceh, Gelar Aksi di Depan Stadion Aceh Tamiang

Tuntutan ini disuarakan sejumlah pemuda yang tergabung dalam Front Pemuda Tamiang di seputaran Stadion Aceh Tamiang pada Kamis (5/8/2021) petang.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Spanduk tuntutan Nova Iriansyah mundur dari Gubernur Aceh dipasang di depan Stadion Aceh Tamiang, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Aksi menuntut Nova Iriansyah mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh mulai menggema di Aceh Tamiang.

Tuntutan ini disuarakan sejumlah pemuda yang tergabung dalam Front Pemuda Tamiang di seputaran Stadion Aceh Tamiang pada Kamis (5/8/2021) petang.

Para pemuda ini sempat membentangkan spanduk berukuran besar yang di antaranya bertuliskan ‘turunkan Nova sebagai Gubernur Aceh segera’.

Koodinator Aksi, Muhammad Fikram menegaskan, tuntutan ini didasari atas buruknya kinerja Nova sejak dipercaya menjadi Gubernur Aceh, dalam dua tahun terakhir.

Mereka menuding pemerintahan yang dipimpin Nova telah melakukan aksi pencurian anggaran secara besar-besaran.

“Pencurian anggaran pembangunan semakin merajalela hingga hak-hak kaum duafa ditukargulingkan dengan alasan yang tidak jelas,” tuding Fikram.

Baca juga: VIDEO - Aliansi Mahasiswa Aceh Minta DPRA Pecat Gubernur Aceh Nova Iriansyah 

Baca juga: Aksi Hearing Tuntut Pecat Nova Iriansyah antara Aliansi Mahasiswa dengan DPRA Molor

Baca juga: Nova: Saya Difitnah, Gubernur Tinjau Kapal Aceh Hebat di Singkil

Dia menjelaskan, tudingan itu berdasarkan sejumlah temuan BPK RI Perwakilan Aceh atas sejumlah penggunaan anggaran tahun 2020.

Misalnya, urai dia, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2020 mencatat, 245 temuan atas kegiatan kerugian negara ratusan miliar, di sejumlah SKPA.

“Contoh kasus belanja modal Dinas Pendidikan Aceh yang tidak sesuai ketentuan hukum sebesar Rp 95 miliar,” sebutnya.

Di akhir paparannya, Fikram menyampaikan, empat pernyataan sikap, yakni meminta Nova Iriansyah mundur sebagai Gubernur Aceh karena gagal dalam menjalankan tugas dan fungsi.

Lalu, mendesak DPRA menolak LKPJ Gubernur Aceh tahun anggaran 2020 secara tegas tanpa kompromi.

Kemudian, meminta Sekda Aceh diganti karena tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Baca juga: Kritik Pemerintah Aceh, Mahasiswa Datangi DPRA

Baca juga: Nova Ajak Masyarakat Aceh Teladani Semangat Pengorbanan Nabi Ibrahim

Baca juga: Nova Minta tak Timbun Kebutuhan Pokok

Terakhir, meminta DPRA memecat Nova sebagai Gubernur Aceh.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved