Budaya Kerja Inovatif
Kemendagri Beberkan 10 Strategi Pemerintah Daerah Ciptakan Budaya Kerja Inovatif
Fatoni mengakui, untuk merubah pola pikir dan budaya kerja lama memang bukan pekerjaan yang mudah. Daerah perlu menetapkan perencanaan, strategi dan t
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Fikar W Eda I Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Salah satu kunci penyelenggaraan pemerintahan di daerah menjadi lebih baik adalah mengubah mindset pegawai dan merubah budaya kerja birokrasi.
Perubahan tersebut dapat diwujudkan dengan menerapkan budaya kerja baru yang lebih inovatif, kreatif, dan mampu melakukan kolaborasi tanpa sekat.
“Melalui budaya kerja dan pola pikir tersebut, maka pola penyelesaian masalah akan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien. Untuk itu, Kemendagri senantiasa mendorong agar pemerintah daerah berpacu menciptakan budaya kerja yang lebih inovatif,” ujar Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni, saat menjadi pembicara kunci dalam webinar Best Practice Inovasi Daerah dan Pengukuran serta Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021, Rabu (4/8/2021).
• Kemendagri Dorong Pemda Terapkan 10 Strategi Tumbuhkan Budaya Inovatif dan Kreatif di Daerah
Fatoni mengakui, untuk merubah pola pikir dan budaya kerja lama memang bukan pekerjaan yang mudah. Daerah perlu menetapkan perencanaan, strategi dan tujuan dalam berinovasi.
Hal ini karena budaya kerja inovatif tidak muncul tiba-tiba, namun berlangsung secara gradual dan membutuhkan proses dalam penerapannya.
“Untuk itu, daerah bisa menerapkan 10 strategi dalam menciptakan budaya kerja yang inovatif, yaitu dengan merubah pola pemecahan masalah melalui cara yang inovatif, menerapkan kebijakan kepala daerah yang mendukung inovasi, melakukan komunikasi dan koordinasi dalam berinovasi, melakukan marketing dan branding inovasi, dan menyelenggarakan kompetisi inovasi," ujarnya.
• Kemendagri Butuh Peran Pejabat Administrator Tingkatkan Pelayanan Publik
Selain itu, upaya perubahan juga bisa dilakukan melalui perbaikan manajemen inovasi, melakukan update dan upgrade inovasi, dan membentuk innovation hub. Terakhir, daerah perlu melakukan evaluasi terhadap komitmen organisasi dalam berinovasi dan menjadikan inovasi sebagai Indikator Kinerja Utama,” terang Fatoni.
Ia mengungkapkan pada pelaksanaan Indeks Inovasi Daerah tahun lalu, Kemendagri telah memberikan penghargaan _Innovative Government Award_ (IGA) berupa piagam dan trofi kepada 195 daerah kategori sangat inovatif. Selain itu, di antara daerah tersebut, sebanyak 31 daerah penerima IGA, diusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk mendapat alokasi Dana Insentif Daerah (DID).
“Upaya ini dilakukan Kemendagri agar daerah makin terpacu dan termotivasi dalam melakukan inovasi, sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, dan daya saing di daerah,” ujar Fatoni.(*)
Baca juga: Lokarya dan Bazar Program KOTAKU 2021 Berlangsung Sukses
Baca juga: VIRAL Istri Baru 13 Hari Melahirkan Dicerai Gara-gara Tegur Suaminya Biarkan Anak Robek Buku Berobat
Baca juga: Wali Kota Bantu Peralatan Usaha untuk Pelaku UMKM, Ini Harapannya di Masa Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/agus-fatoni-bicara-indeks-daerah.jpg)