Jumat, 8 Mei 2026

Internasional

Mesir Siap Sambut Wisatawan Rusia, Rejeki Nomplok Segera Datang

Pemerintah Mesir siap menyambut kedatangan wisatawan Rusia mulai Senin (9/8/2021). Kedatangan wisatawan Rusia yang biasanya suka menghambur-hamburkan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Kawasan wisata Piramida di Mesir 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Pemerintah Mesir siap menyambut kedatangan wisatawan Rusia mulai Senin (9/8/2021)

Kedatangan wisatawan Rusia yang biasanya suka menghambur-hamburkan uang akan menjadi rezeki nomplok bagi warga Mesir.

Hal itu terjadi setelah Badan Transportasi Udara Federal Moskow telah mengeluarkan izin kepada warganya untuk terbang ke Mesir, seperti dilansir ArabNews, Minggu (8/8/2021).

Sebanyak delapan maskapai penerbangan Rusia akan membawa warga negaranya ke resor wisata Mesir di Hurghada dan Sharm El-Sheikh.

Menurut laporan media, izin telah diberikan kepada Aeroflot, Papeda, Racia, S7, Smartavia, Ural Airlines, Nordwind dan Azur Air.

Mesir sebelumnya menyambut baik keputusan Rusia pada 8 Juli 2021 untuk mencabut larangan penerbangan charter dengan Mesir setelah keputusan presiden dikeluarkan oleh Kremlin.

Baca juga: Prestasi Gemilang Tim Bola Tangan Putra Mesir di Olmpiade Tokyo Berakhir di Tangan Prancis

Pusat Pemberantasan Virus Corona Rusia mengatakan kembalinya pariwisata Rusia ke resor Mesir di Hurghada akan dimulai 9 Agustus 2021.

Dikatakan perjalanan ke Mesir telah meningkat di Sharm El-Sheikh dan Hurghada di Sinai Selatan.

Setiap kota akan menerima lima penerbangan Rusia seminggu.

Nabil Hussein, seorang pakar pariwisata, mengatakan kembalinya pariwisata Rusia akan menghasilkan kembalinya pekerja terlatih ke sektor pariwisata.

Juga akan meningkatkan pariwisata Mesir sebagai salah satu tujuan wisata terbaik di seluruh dunia.

Dia mengatakan Mesir akan mendapat keuntungan dari pendapatan tahunan lebih dari 4 miliar dolar AS.

Jumlah turis Rusia diperkirakan melebihi 2 juta orang, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun, Mohamed Fala, anggota Asosiasi Investor Pariwisata Laut Merah, mengatakan masih sulit bagi maskapai Rusia untuk terbang langsung ke Sharm El-Sheikh dan Hurghada.

Dia mengatakan kembalinya pariwisata Rusia akan terlaksana secara bertahap.

Diperkirakan, jumlahnya akan meningkat selama musim dingin, khususnya selama bulan November dan Desember.

Ditambahkan, semua fasilitas hotel di Laut Merah dan Sinai Selatan siap menerima wisatawan Rusia.

Dia mengatakan pergerakan turis yang datang ke Mesir dari Rusia sangat penting karena terus berlanjut sepanjang tahun.

Disebutkan turis Rusia melakukan perjalanan dalam jumlah besar.

Sehingga, akan menghidupkan kembali hunian hotel di kota-kota wisata pesisir, terutama Hurghada dan Sharm El-Sheikh.

Baca juga: Arab Saudi Dukung Mesir dan Sudan, Perselisihan Bendungan Raksasa Ethiopia

“Jumlah rata-rata orang Rusia yang mengunjungi Mesir sebelum 2015 adalah sekitar 2,5 juta per tahun,” katanya.

Penerbangan Rusia dihentikan enam tahun lalu pada 2015 karena kecelakaan pesawat Rusia di pantai Sharm El-Sheikh.

Sebelumnya, Industri pariwisata Mesir pulih dengan cepat dibantu oleh masuknya wisatawan dari Eropa Timur, kata Menteri Pariwisata Mesir kepada CNBC Arabia pada Mei 2021.

Kedatangan turis meningkat lebih dari dua kali lipat sejak awal tahun, Menteri Pariwisata dan Purbakala Khaled El-Enany mengatakan kepada jaringan di sela-sela Pameran Wisata Arab 2021 di Dubai.

Itu terjadi karena negara itu banyak berinvestasi dalam infrastruktur pariwisatanya dengan proyek-proyek saat ini senilai sekitar 15 miliar dolar AS, katanya.

Baca juga: Presiden Mesir Sebut Keamanan Nasional Masuk Garis Merah, Bendungan Ethiopia Ancam Aliran Sungai Nil

Negara ini juga berusaha merampingkan proses visa dengan rencana meluncurkan portal visa elektronik yang mencakup 73 negara.

Menteri mengatakan bahwa pertemuan akan diadakan dalam beberapa minggu mendatang dengan pejabat Saudi untuk membahas kontrol perjalanan standar di wilayah tersebut.

Pendapatan pariwisata merupakan sumber mata uang asing yang penting bagi Mesir dan sektor ini biasanya mencapai 15 persen dari PDB negara itu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved