Breaking News:

Internasional

Presiden Mesir Sebut Keamanan Nasional Masuk Garis Merah, Bendungan Ethiopia Ancam Aliran Sungai Nil

Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi mengatakan keamanan nasional negaranya masuk garis merah.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi mengatakan keamanan nasional negaranya masuk garis merah.

Egypt Today, Jumat (16/7/2021) melaporkan. Mesir khawatir rencana mengisi Bendungan Grand Renaissance.

Karena akan memungkinkan Ethiopia mengendalikan aliran Sungai Nil terpanjang di Afrika itu.

Ketika selesai, bendungan yang sedang dibangun Ethiopia akan berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika.

Sisi menjelaskan Mesir bersedia membantu semua negara Afrika, termasuk Sudan dan Ethiopia.

Tetapi tidak dengan mengorbankan pasokan air Mesir.

Baca juga: Arab Saudi Dukung Mesir dan Sudan, Perselisihan Bendungan Raksasa Ethiopia

“Kami akan mengirimkan keahlian dan produksi pertanian untuk semua saudara kami di Afrika. Kami hanya ingin menjaga bagian air kami,” kata Sisi.

Sisi juga memperingatkan Mesir memiliki berbagai pilihan untuk melindungi keamanan nasionalnya.

"Sebelum terjadi apa-apa dengan Mesir, itu berarti saya dan militer Mesir tidak ada," katanya.

Sisi meminta Ethiopia dan Sudan memiliki perjanjian yang mengikat secara hukum.

Sehingga, dapat hidup dalam perdamaian dan kemakmuran.(*)

Baca juga: Mesir Mulai Memperkuat Militer di Afrika, Bendungan Sungai Nil di Ethiopia Jadi Masalah Utama

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved