Senin, 11 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Setelah 14 Hari Dirawat di RSUZA, Bayi Penderita Hidrosefalus Asal Aceh Utara Meninggal 

Bayi tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin atau RSUZA Banda Aceh sekira pukul 08.00 WIB, setelah 14 hari dirawat di rumah sakit

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN       
Bayi yang menderita hidrosefalus asal Desa Keutapang Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Foto direkam pada 24 Juli 2021. Bayi itu sudah meninggal di RSUZA, Banda Aceh, Sabtu, 7 Juli 2021. 

Bayi tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin atau RSUZA Banda Aceh sekira pukul 08.00 WIB, setelah 14 hari dirawat di rumah sakit tersebut. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun.

Bayi berusia dua tahun bernama Muhammad Khadiun Nafis, asal Desa Keutapang, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, yang menderita hidrosefalus (penumpukan cairan di rongga otak), meninggal, Sabtu (7/8/2021). 

Bayi tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin atau RSUZA Banda Aceh sekira pukul 08.00 WIB, setelah 14 hari dirawat di rumah sakit tersebut. 

Bocah tersebut dibawa ke Banda Aceh lagi pada 24 Juli 2021, setelah anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma mengutuskan stafnya Hamdani alias Matnu untuk membantu memfasilitasi pengobatan bayi tersebut. 

Saat itu Haji Uma melalui stafnya, Hamdani juga menyerahkan bantuan untuk biaya transportasi dan juga untuk biaya makan orang tua bayi tersebut selama di Banda Aceh. 

Saat itu kondisi bayi tersebut semakin menyusut, akibat hidrosefalus yang dideritanya. 

Baca juga: Bayi Hidrosefalus Tiga Kali Dioperasi, Khairi Berharap Putranya Tumbuh Sehat Kembali

Baca juga: Pria Ini Bingung Rawat Bayinya yang Hidrosefalus, Tanpa Penghasilan Akibat PHK di Tengah Covid-19

Baca juga: Miris, Dua Anak di Aceh Timur, Miftahul Jannah Menderita Hidrosefalus, M Gabril Kelainan Jantung

Putra pasangan Khairiati (39) dan Zulfikar (40), sudah tiga kali menjalani operasi di bagian kepala untuk mengeluarkan cairan. 

Operasi pertama dilakukan saat bayi itu baru berusia tujuh bulan, operasi kedua, saat usianya 18 bulan dan operasi ketiga dilakukan baru-baru ini. 

Meski sudah tiga kali menjalani operasi, tapi tubuh bocah tersebut semakin kurus. Bahkan tinggal kulit dan tulang. 

“Kemarin saya mendapat informasi dari Khairiati bahwa anaknya sudah meninggal dunia," ujar Mukhtar alias Aduen Jelas, asal Desa Keutapang, Kecamatan Nisam, kepada Serambinews.com, Minggu (22/8/2021). 

Disebutkan, setelah meninggal, kemudian jenazah bayi itu langsung dibawa pulang ke Nisam dan tiba sekitar pukul 14.00 WIB. 

“Kemudian jenazah bayi itu dikebumikan di kuburan keluarga dekat rumah orang tuanya,” ujar Aduen Jelas. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved