Berita Aceh Utara
Setelah 14 Hari Dirawat di RSUZA, Bayi Penderita Hidrosefalus Asal Aceh Utara Meninggal
Bayi tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin atau RSUZA Banda Aceh sekira pukul 08.00 WIB, setelah 14 hari dirawat di rumah sakit
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Bayi tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin atau RSUZA Banda Aceh sekira pukul 08.00 WIB, setelah 14 hari dirawat di rumah sakit tersebut.
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun.
Bayi berusia dua tahun bernama Muhammad Khadiun Nafis, asal Desa Keutapang, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, yang menderita hidrosefalus (penumpukan cairan di rongga otak), meninggal, Sabtu (7/8/2021).
Bayi tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin atau RSUZA Banda Aceh sekira pukul 08.00 WIB, setelah 14 hari dirawat di rumah sakit tersebut.
Bocah tersebut dibawa ke Banda Aceh lagi pada 24 Juli 2021, setelah anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma mengutuskan stafnya Hamdani alias Matnu untuk membantu memfasilitasi pengobatan bayi tersebut.
Saat itu Haji Uma melalui stafnya, Hamdani juga menyerahkan bantuan untuk biaya transportasi dan juga untuk biaya makan orang tua bayi tersebut selama di Banda Aceh.
Saat itu kondisi bayi tersebut semakin menyusut, akibat hidrosefalus yang dideritanya.
Baca juga: Bayi Hidrosefalus Tiga Kali Dioperasi, Khairi Berharap Putranya Tumbuh Sehat Kembali
Baca juga: Pria Ini Bingung Rawat Bayinya yang Hidrosefalus, Tanpa Penghasilan Akibat PHK di Tengah Covid-19
Baca juga: Miris, Dua Anak di Aceh Timur, Miftahul Jannah Menderita Hidrosefalus, M Gabril Kelainan Jantung
Putra pasangan Khairiati (39) dan Zulfikar (40), sudah tiga kali menjalani operasi di bagian kepala untuk mengeluarkan cairan.
Operasi pertama dilakukan saat bayi itu baru berusia tujuh bulan, operasi kedua, saat usianya 18 bulan dan operasi ketiga dilakukan baru-baru ini.
Meski sudah tiga kali menjalani operasi, tapi tubuh bocah tersebut semakin kurus. Bahkan tinggal kulit dan tulang.
“Kemarin saya mendapat informasi dari Khairiati bahwa anaknya sudah meninggal dunia," ujar Mukhtar alias Aduen Jelas, asal Desa Keutapang, Kecamatan Nisam, kepada Serambinews.com, Minggu (22/8/2021).
Disebutkan, setelah meninggal, kemudian jenazah bayi itu langsung dibawa pulang ke Nisam dan tiba sekitar pukul 14.00 WIB.
“Kemudian jenazah bayi itu dikebumikan di kuburan keluarga dekat rumah orang tuanya,” ujar Aduen Jelas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bayi-penderita-hidrosefalus-meninggal.jpg)