Minggu, 12 April 2026

Alur Pelayaran Anak Laut Makin Dangkal

Pendangkalan di alur pelayaran Anak Laut, Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, kian parah

Editor: hasyim
SERAMBINEWS/DEDE ROSADI
Perahu nelayan ditambatkan di pinggir Anak Laut Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, Aceh Singkil, lantaran cuaca buruk tidak bisa berangakat ke laut, Minggu (20/6/2021) 

SINGKIL - Pendangkalan di alur pelayaran Anak Laut, Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, kian parah. Kondisi itu menyebabkan boat nelayan berbobot besar kandas, sehingga gagal melaut. Padahal, sudah hampir dua pekan nelayan libur akibat cuaca buruk. Sayangnya, saat hendak mencari nafkah malah terhadang dangkalnya alur pelayaran.

Upaya menarik kapal dari lokasi dangkal dalam menggunakan boat ukuran kecil juga tidak berhasil. Sebab, air keburu surut.

Jamadan, nelayan yang biasa menggunakan alur pelayaran Anak Laut ketika ke luar masuk laut, mengatakan, pendangkalan sudah terjadi cukup lama. Akibatnya, nelayan yang menggunakan perahu besar sering tertunda berangkat ke laut. "Sudah lama, akibatnya sering tidak bisa ke luar (laut)," kata Jamadan, Minggu (8/8/2021).

Jamadan berharap alur pelayaran Anak Laut segera dikeruk agar aktivitas nelayan lancar ketika berangkat ke laut maupun pulang melaut. "Secepatnya dikeruk kalau bisa," ujarnya. Pemkab Aceh Singkil tahun ini membeli alat berat dan panton khusus untuk mengeruk pendangkalan di alur pelayaran nelayan. Alat berat sudah datang, sementara panton masih dalam tahap pembuatan.

Nelayan berharap ketika alat pengerukan sudah datang segera bekerja terutama dalam mendalamkan alur pelayaran Anak Laut. Mengingat kawasan itu sangat aman bagi nelayan untuk labuh kapal. Kemudian fasilitas pendukung seperti pabrik es, tempat pendaratan ikan telah tersedia. Hanya saja belum berfungsi maksimal, lantaran kapal berbobot di atas 10 GT selalu kandas.(de)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved