Peneliti Tujuh Negara Bahas Masalah Perikanan
Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Selasa (3/8/2021), menggelar seminar
BANDA ACEH - Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Selasa (3/8/2021), menggelar seminar bertajuk 3rd International Conference on Fisheries, Aquatic, and Environmental Sciences (ICFAES) 2021. Seperti tahun lalu, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, seminar yang membahas masalah perikanan, perikanan, dan lingkungan itu juga dihelat secara virtual (online). Tercatat 200 peserta ikut hadir dalam simposium yang menyajikan 180 abstrak dari tujuh negara yakni Inggris, Jepang, Cina, Malaysia, Afrika, Arab Saudi, dan Indonesia. Peserta berasal dari kalangan akademisi, peneliti, birokrat, praktisi hingga mahasiswa.
Rektor USK, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, dalam sambutan pembukaan mengatakan, ICFAES tahun ini terlaksana atas kerja sama dengan Guangxi Academy of Science, Tiongkok, sebagai bagian dari kerja sama berkelanjutan internasional USK dalam program pertukaran ilmiah. Kesepakatan itu tertuang dalam MoU antara kedua belah pihak pada tahun 2018 lalu.
“Karena itulah, saya menyampaikan penghargaan yang tulus atas kerja sama dan dukungan hingga terlaksananya konferensi ICFAES 2021 ini,” ucap Rektor. Prof Samsul menyakini, ICFAES Ke-3 ini dapat membuka peluang bagi peneliti, ilmuwan, dan mahasiswa di lingkungan perairan dan perikanan untuk berbagi pekerjaan, pikiran, ide, belajar dari dan bersandar satu sama lain di masa depan yang penuh tantangan ini.
Konferensi ini mengangkat tema “Synergy and Collaboration among Marine and Fisheries Stakeholders to Promote Sustainable Development Goals.” Rektor berharap, dengan tema itu, konferensi tersebut dapat menjawab masalah industri berbasis riset dan kolaborasi. Adapun pembicara utama konferensi ini adalah Prof Mazlan Abdul Ghaffar (Wakil Rektor Universitas Malaysia Terengganu), Prof Junichi Tanaka dari Ryukyus University Jepang, dan Prof Yushinta Fujaya dari Universitas Hasanuddin, Makassar.
Dekan FKP USK, Prof Dr Muchlisin ZA SPi MSc, menjelaskan, konferensi ini sebagai bentuk kontribusi USK terhadap dunia riset. Sejak tahun 2018, tiap tahun FKP USK mengadakan konferensi internasional bidang kelautan dan perikanan yang melibatkan peneliti dari Indonesia dan sejumlah negara lain.
Kendati berlangsung secara virtual,sebut Muchlisin, namun esensi dari pertemuan ilmiah ini tidak hilang. “Semangat untuk terus berkolaborasi dalam hal penelitian dan publikasi tetap menggelora,” ungkapnya seperti disampaikan Koordinator Bidang Humas ICFAES 2021, Dr Zulkarnain Jalil SSi MSi, dalam siaran pers kepada Serambi, Minggu (8/8/2021).
Ketua Pelaksana ICFAES 2021, Dedi Fazriansyah Putra MSc, menjelaskan,terlaksananya kegiatan ini tak lepas dari kerja sama dengan mitra kelas dunia, dalam rangka mendukung program nasional Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sebagai salah satu target dari delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Dedi menambahkan, even kali ini turut menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi/industri. Salah satunya, Direktur Utama PT Yakin Pasific Tuna, Almer Hafis Sandy ST yang memaparkan bagaimana mengoptimalkan pengelolaan mutu industri ikan tuna Aceh. (jal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-martin-wilkes-msc-dari-coventry-university-inggris-kanan-salah-seorang-pembicara-tamu.jpg)