Internasional
Oman Satukan 13 Institusi Publik, Bangun Hidrogen Nasional
Oman menyatukan 13 institusi sektor publik dan swasta untuk membuat aliansi hidrogen nasional. Hal itu sebagai upaya mengembangkan rantai pasokan
SERAMBINEWS.COM, MUSCAT - Oman menyatukan 13 institusi sektor publik dan swasta untuk membuat aliansi hidrogen nasional.
Hal itu sebagai upaya mengembangkan rantai pasokan bahan bakar hijau.
Instansi pemerintah, operator minyak dan gas, lembaga pendidikan dan penelitian, serta pelabuhan akan bekerja sama dalam produksi lokal, kantor berita negara Oman melaporkan, Kamis (12/8/2021).
Termasuk transportasi, pemanfaatan dan ekspor hidrogen bersih,
Negara-negara Teluk Arab memiliki posisi yang baik untuk permintaan hidrogen bersih yang terus meningkat.
Karena iklim, lokasi, dan pengalaman mereka dalam mengembangkan rantai pasokan energi yang besar.
Baca juga: Direktur CIA dari AS Bertemu Perdana Menteri Israel, Bahas Serangan Iran di Lepas Pantai Oman
Aliansi ini akan menarik investasi dan mengembangkan teknologi, kebijakan dan keahlian di seluruh rantai pasokan hidrogen.
Dimana di bawah kepemimpinan Kementerian Energi dan Mineral melalui Unit Energi Masa Depan Pengembangan Minyak Oman.
Anggota aliansi lainnya termasuk Otoritas Pengatur Layanan Publik, Pengembangan Energi Oman, Grup Okio, Perusahaan Gas Alam Cair Oman.
Kemudian, BP Oman, Shell Oman, Total Energy Oman, Universitas Sultan Qaboos, Universitas Teknologi Jerman, Pelabuhan Sohar dan Pelabuhan Duqm.
Pada Mei 2021, Oman mengumumkan rencana membangun pabrik hidrogen hijau terbesar di dunia selama 27 tahun mendatang bersama dengan 25 GW tenaga surya dan angin.
Sebelumnya, Arab Saudi telah menandatangani perjanjian dengan Jerman untuk menjajaki peluang dalam hidrogen bersih.
Baca juga: Oman Perpanjang Lockdown, Khawatirkan Penyebaran Varian VIrus Corona Paling Menular
Awal pekan ini Aramco mengatakan sedang mencari perjanjian off-take untuk hidrogen biru di pasar utamanya termasuk Jepang dan Korea Selatan.
Hidrogen biru menggunakan metode tradisional Haber-Bosch untuk mengubah gas alam menjadi hidrogen tetapi menangkap emisi karbon.
Sedangkan hidrogen hijau dibuat dengan memisahkan air dengan energi terbarukan.
Perusahaan Energi Nasional Abu Dhabi (TAQA) memiliki semua bahan yang tepat"untuk mengembangkan hidrogen hijau.
Termasuk energi terbarukan yang hemat biaya dan air, CEO Jasim Husain Thabet mengatakan kepada Arab News minggu ini.(*)
Baca juga: Utusan PBB untuk Yaman Lapor DK PBB, Oman Berpeluang Akhiri Konflik Yaman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pabrik-hidrogen-di-oman.jpg)