Luhut: Vaksinasi di Bali Sudah Capai 91 Persen, Tapi Kasus Covid-19 Belum Turun
“Bali itu 91 persen sudah vaksin, harusnya sudah bagus. Tapi ini masih stagnan, belum turun, sementara tempat-tempat lain sudah turun,” ucap Luhut, di
SERAMBINEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti capaian vaksinasi di pulau Bali, yang menyentuh angka 91 persen.
Namun di satu sisi, penyebaran laju aksus Covid-19 di Bali belum menunjukkan penurunan.
Hal itu diungkapkan Luhut saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buleleng dan Kota Denpasar, Bali, Kamis (12/8/2021).
“Bali itu 91 persen sudah vaksin, harusnya sudah bagus. Tapi ini masih stagnan, belum turun, sementara tempat-tempat lain sudah turun,” ucap Luhut, dikutip dari siaran pers laman Kemenko Marves.
Untuk itu, Luhut meminta pemerintah daerah Bali untuk memaksimalkan kinerja dalam pengendalian Covid-19.
Menurutnya, penerapan 3T (testing, tracing, treatment) serta kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) perlu ditingkatkan.
Apalagi, kini Bali menjadi destinasi pariwisata Internasional, yang akan lebih disorot.
"Mohon untuk upacara keagamaan yang agar sementara ini diredam dan diperketat dulu prokesnya."
"Karena selalu ada laporan setelah acara tersebut angka Covid-19 langsung meningkat signifikan karena berkerumun,” ujar Menko Luhut.
Lanjutnya, Luhut juga meminta seluruh kabupaten di Provinsi Bali untuk menyediakan isolasi terpusat (isoter) yang berfasilitas lengkap.
Yakni, isoter dengan persediaan makanan, tenaga kesehatan, fasilitas olahraga dan telemedicine yang memadai.
“Buleleng saya kira bisa dibuat menjadi model. Dari sekian ratus orang yang sudah masuk isoter, belum ada yang meninggal satupun, success rate-nya tinggi," imbuhnya.
Baca juga: Menko Airlangga Kunjungi Salah Satu Desa yang Cukup Baik Tangani Covid-19 di Lampung
Baca juga: Pertama Sejak Pandemi, Kasus Harian Positif Covid-19 Aceh Tembus 400 Orang
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadiki menuturkan persediaan obat di Provinsi Bali cukup.
“Sejauh ini persediaan obat di Bali cukup. Kita juga sudah mendapatkan bantuan dari Singapura dan Morowali."
"Dan telah mengirim lebih dari 300 buah oxygen concentrator untuk rumah sakit-rumah sakit di Bali,” kata Budi.
Menkes Budi mengingatkan pemerintah Bali agar tidak ragu-ragu menggencarkan penerapan 3T.
"Kalau positif tidak apa-apa, setelah ketahuan langsung dibawa ke isoter supaya tidak menular."
"Jangan takut tes dan jangan takut melaporkan hasil tes, justru semakin banyak yang melaporkan akan semakin bagus,” tandasnya.
Sebelumnya, provinsi Bali memang mendapat sorotan karena laju penyebaran kasus Covid-19.
Luhut menuturkan ada penurunan laju kasus hingga Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di seluruh wilayah aglomerasi Jawa-Bali, kecuali Malang Raya dan Bali.
Untuk itu, pihaknya akan turun langsung menangani permasalahan pengendalian Covid-19 di kedua wilayah itu.
"Pemerintah akan segera melakukan intervensi kedua wilayah ini untuk menurunkan laju penambahan kasus."
"Tim kami akan bergerak. Saya sendiri akan mengunungi 2 daerah ini," jelas Luhut saat konferensi pers perpanjangan PPKM, Senin (9/8/2021).
(Tribunnews.com/Shella Latifa)
Baca juga: Taliban Diprediksi Bakal Kuasai Afghanistan dalam Waktu Dekat, Ribuan Warga Mengungsi
Baca juga: Taliban Rebut Dua Provinsi Lagi, Serangan Kilat, Sinyal Merebut Ibu Kota Kabul
Baca juga: Janji David NOAH Segera Lunasi Pinjaman setelah Rumah Terjual, Lina Yunita Temukan Fakta Baru
Tribunnews.com dengan judul Luhut Ungkap Vaksinasi di Bali Sudah Capai 91 Persen, tapi Kasus Covid-19 Belum Turun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/luhut-binsar-pandjaitan-tengah-mengadakan-rapat-koordinasi-secara-daring.jpg)