Berita Bireuen

Satu Lagi Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga Raih Doktor

Abiya Hatta berhasil meraih doktor dengan disertasi berjudul “Dinamika Jaringan Ulama Dalam Perkembangan Pendidikan Dayah Salafiyah di Aceh".

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Foto Humas IAIA
Sidang promosi doktor H Muhammad Hatta Lc MEd salah seorang dosen IAI Al Aziziyah Samalnga di UIN Ar Raniry. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Satu lagi dosen IAI Al Aziziyah Samalanga,.Bireuen  Tgk H Muhammad Hatta Lc Med berhasil meraih gelar doktor.dalam sidang terbuka promosi doktor di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (11/08/2021).

Tgk Mursalin selaku Humas IAI Al Aziziyah, Samalanga kepada Serambinews.com, Sabtu (14/08/2021) mengatakan,  Tgk H Muhammad Hatta Lc MEd  atau akrab siapa Abiya Hatta yang juga Pimpinan Dayah Madani Al-Aziziyah Lampeuneurut berhasil meraih doktor pasca mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor  yang digelar di ruang sidang Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Abiya Hatta selaku dosen IAIA Samalanga alumni MUDI Samalanga berhasil meraih doktoral dengan judul disertasinya “Dinamika Jaringan Ulama Dalam Perkembangan Pendidikan Dayah Salafiyah di Aceh.”

Tgk. Mursalin menyebutkan sidang tersebut  diketuai Prof Dr H.Warul Walidin AK MA, sekretaris Prof  Dr H. Mukhsin Nyak Umar MA anggotanya masing-masing Prof  Eka Srimulyani PhD MA, Prof  Dr Azman Ismail MA, Dr Fauzi Ismail MSi sedangkan anggota luar Dr Tgk Muntasir Abdul Kadir MA.

Kabag Humas IAIA  atas nama Rrektor dan civitas akademika IAI Al-Aziziyah Samalanga sangat bangga atas prestasi yang dipersembahkan Abiya Hatta yang merupakan alumni MUDI Mesjid Raya Samalanga meskipun di era pandemi akhirnya mampu menyelesaikan studinya.

“Setidaknya prestasi yang telah diraih tersebut menjadi motivator dosen lainnya untuk menyelesaikan studi doktoralnya ,” ujar Mursalin.

Baca juga: Awal Tahun Hijriyah di Masjid HKL: Pesan Malaikat Jibril pada Rasulullah SAW untuk Umat Islam

Baca juga: Santri Galang Dana untuk Penderita Tumor Ganas, Ini Nomor Rekening Jika Anda Ingin Berdonasi

Baca juga: Tinggal di Hutan Peunaron, Tujuh Anak Ini Diasuh Bupati Rokcy, Begini Kondisinya Sekarang

Dalam disertasinya Abiya mengatakan, jaringan ulama MUDI Mesjid Raya Samalanga mulai menyebar sejak masa kepemimpinan Tgk H Hanafiah atau sering disapa Tgk Abi dengaan karakter tasawuf dan memiliki sanad keilmuan sampai ke Haramaian dan Rasulullah SAW.

Selanjutnya penyebaran jaringan ulama alumni MUDI Samalanga berlanjut ke masa Tgk H Abdul Aziz (Abon Aziz Samalanga) yang memimpiun dengan semangat pembaharuan metode.

Ulama senior dayah Aceh saat itu merupakan jaringan ulama dayah MUDI hasil didikan Tgk Abi dan Abon Samalanga dan mereka terus berkontribusi dalam dunia pendidikan dayah Aceh.

Berikutnya kepemimpinan Tgk Hasanoel Basri HG (Abu MUDI) juga mengalami perubahan sesuai dengan tuntunan zaman namun “tajdid” (pembaharuan) tersebut tanpa mengurangi nilai-nilai lama yang telah dirintis  sebelumnya.

Abiya menambahkan, onsep tajdid Abu MUDI dengan mendirikan lembaga pendidikan formal seperti IAI Al-Aziziyah Samalanga dan sejenisnya untuk mendukung program lama yang telah dirintis pendahulu.

“Al-Mukarram Abu MUDI  yang juga merupakan mursyid tarekat Naqsyabandiah Aceh dalam konsep tajdidnya berpijak kepada qaidah:al-muhafadzah alal-qadim al-shalih wal-akhdzu bil jadid al-ashlah (Melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan menerapkan nilai-nilai baru yang lebih baik),” tutupnya yang juga pengurus MPU Aceh.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved