Gubernur Ikuti Pelepasan Ekspor Kopi Gayo ke AS
Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, mengikuti pelepasan ekspor biji kopi Arabika Gayo ke Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (14/8/2021)
* Bersama Presiden Jokowi
REDELONG - Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, mengikuti pelepasan ekspor biji kopi Arabika Gayo ke Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (14/8/2021). Pelepasan itu dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara simbolis dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dalam acara Merdeka Ekspor 2021.
Acara tersebut adalah seremonial pelepasan ekspor komoditas pertanian dari 17 provinsi ke berbagai negara tujuan. Kegiatan itu diikuti secara virtual oleh para menteri dan gubernur dari sejumlah daerah di Indonesia.
Gubernur Aceh mengikuti acara itu dari Redelong, Bener Meriah. Pada kesempatan itu, Gubernur didampingi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami, Asisten II Sekda Aceh, Mawardi, Bupati Aceh Tengah, Tgk Sarkawi, Bupati Gayo Lues Muhammad Amru, Kadis Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, Anggota DPRA dan DPRK Bener Meriah, serta sejumlah pejabat Pemerintah Aceh dan Pemkab Bener Meriah.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, kepada Serambi, sore kemarin, menjelaskan, dalam ‘Merdeka Ekspor 2021,’ Aceh mengikutsertakan dua perusahaan eksportir yaitu Koperasi Kopi Wanita (Kokowa) Gayo dan Koperasi Permata Gayo. Total biji kopi Arabika Gayo yang diekspor ke AS oleh kedua perusahaan asal Bener Meriah tersebut mencapai 38,4 ton.
“Nilai FOB barang yang diekspor Kokowa Gayo adalah 108.096 dolar AS dengan volume 19,2 ton. Sementara Koperasi Permata Gayo, meski volume barangnya juga 19,2 ton, namun nilai FOB-nya sebesar 96,960 dolar AS,” jelas Muhammad Iswanto.
Secara keseluruhan, Presiden Jokowi pada kesempatan itu melepas ekspor produk pertanian senilai Rp 7,29 triliun dari 17 pelabuhan/bandara di 17 provinsi. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada petani, peternak, pekebun, pelaku usaha agribisnis, dan pemangku kepentingan pertanian yang selama masa pandemi Covid-19 sudah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Indonesia. Menurut Jokowi, mereka berhasil meningkatkan ekspor produk-produk pertanian.
Presiden juga menyebutkan, pertanian adalah salah satu sektor yang mampu bertahan dari parahnya dampak pandemi dibanding berbagai sektor usaha lain di negeri ini. "Ekspor pertanian pada tahun 2020 mencapai Rp 451,8 triliun naik 15,79 persen dibanding tahun 2019 yang angkanya Rp 390,16 triliun. Dan, pada Semester I tahun ini--Januari sampai dengan Juli 2021--ekspor mencapai Rp 282,86 triliun atau naik 14,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 yaitu sebesar Rp 202,05 triliun,” jelas Presiden.
Jokowi menambahkan, peningkatan ekspor komoditas pertanian selama ini sudah berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. “Saya mendapat angka nilai tukar petani terus membaik. Pada Juni 2020, nilai tukar petani berada di angka 99,60, secara konsisten meningkat hingga Desember 2020 mencapai 103,25. Dan, pada Juni 2021 mencapai 103,59. Ini menurut saya sebuah kabar yang baik yang bisa memacu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif pada masa pandemi,” pungkas Presiden. (jal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/memperlihatkan-kopi-hasil-produksi-kokowa-gayo-di-bene.jpg)