Info Cuaca

Seminggu ke Depan, Aceh Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem

Selanjutnya dilihat juga dari segi Madden Julian Oscillation (MJO) yaitu adanya pergerakan massa udara dari Samudera Hindia ke Indonesia yang aktif se

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
scroll.in
Ilustrasi hujan lebat akibat cuaca ekstrem 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang akan terjadi selama seminggu kedepan di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk provinsi Aceh.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Bandara SIM, Zakaria Ahmad, Senin (16/8/2021) menyampaikan kepada Serambinews.com, cuaca ekstrem yang terjadi seminggu kedepan adanya pergerakan massa udara dari Samudera Pasifik ke Indonesia yang disebut gelombang Rossby Ekuatorial.

Selanjutnya dilihat juga dari segi Madden Julian Oscillation (MJO) yaitu adanya pergerakan massa udara dari Samudera Hindia ke Indonesia yang aktif sehingga memungkinkan untuk penambahan uap air yang dapat membentuk awan-awan konvektif atau hujan terutama di Aceh.

Lima Warga Aceh Tengah yang Tersesat di Hutan Pulang ke Rumah, Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem

Arab Saudi Peringatkan Cuaca Ekstrem Dalam Beberapa Hari ke Depan

“Ini berpengaruh dan disamping itu juga ada anomali suhu muka laut di Selat Malaka, kemudian di pesisir Sumatera Bagian Barat ini juga mendukung untuk pertumbuhan awan di wilayah Aceh. Kita perkirakan hampir seluruh Aceh berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, Zakaria menjelaskan berdasarkan hasil analisis dan prediksi dinamika gelombang atmosfer terkini, BMKG mengidentifikasi adanya peningkatan aktivitas MJO dan gelombang Rossby Ekuatorial.

MJO dan gelombang Rossby Ekuatorial adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah yang dilewatinya.

Dikatakan, fenomena MJO bergerak dari arah Samudera Hindia kearah Samudera Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari. Sedangkan fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik kearah Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia.

Sama halnya seperti MJO, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Akibat dari cuaca ekstrem tersebut, maka berpotensi terjadi banjir dan banjir bandang terutama di wilayah-wilayah hilir sungai seperti Teunom, Tangse, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Selatan, Aceh Timur, Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

“Di Semadam, Aceh Tenggara itu berpotensi terjadi banjir bandang dan Aceh Singkil juga bisa terjadi banjir luapan,” sebut Zakaria.

Disamping itu juga perlu diwaspadai di Gunung Paro, Gunung Kulu, Geurutee, Tutut, Geumpang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara berpotensi terjadi tanah longsor.

“Untuk Sabang, Simeulue juga rentan terjadi longsor dan banjir. Sementara Banda Aceh dan Aceh Besar seperti Mata Ie, Garot, Lhoknga lebih ke banjir genangan dan luapan dari Krueng Daroy, serta Pulo Aceh masih berpotensi terjadi angin kencang,” sebut Zakaria.(*)

Baca juga: Beredar Video Taliban Bebaskan Ribuan Tahanan ISIS dan Al Qaeda dari Penjara Kabul

Baca juga: Ini Henny Rahman yang Baru Dinikahi Alvin Faiz, Selain Jadi Selebgram Juga Punya Profesi Mentereng

Baca juga: Sudah Lima Hari RS PMI Aceh Utara di Lhokseumawe Disegel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved