Minggu, 3 Mei 2026

Anggota DPRA Minta Pemerintah Massifkan Pencegahan Corona di Pedesaan

Kasus masyarakat terpapar Covid-19 masih tergolong tinggi di Aceh. Hingga Senin (16/8/2021), jumlah akumulatif warga yang terinfeksi corona

Tayang:
Editor: bakri
For Serambinews.com
dr Purnama Setia Budi. 

BANDA ACEH - Kasus masyarakat terpapar Covid-19 masih tergolong tinggi di Aceh. Hingga Senin (16/8/2021), jumlah akumulatif warga yang terinfeksi corona mencapai 27.774 orang.

Dari angka tersebut, catatan warga yang sembuh juga terus meningkat yaitu 21.127 orang, yang dirawat 5.457 orang, dan meninggal dunia mencapai 1.190 orang.

Anggota DPRA dari Fraksi PKS, dr Purnama Setia Budi menilai, masih meningginya kasus Covid-19 di Aceh karena belum massifnya penanganan di tingkat pedesaan/gampong.

"Saya melihat kesadaran masyarakat untuk vaksin sudah mulai meningkat terutama di kota besar, sampai vaksinnya habis dan harus meminta ke pusat," katanya kepada Serambi, Selasa (17/8/2021).

"Tetapi di gampong/desa pemerintah kabupaten, kecamatan melalui puskesmas harus jemput bola, karena masyarakat di desa sangat jarang mau datang hanya untuk divaksin," ungkap dia.

Menurutnya, masyarakat Aceh masih sangat rendah dalam menerapkan protokol kesehatan (protkes) saat beraktivitas di luar rumah. Karena itu, ia mendesak pemerintah untuk terus memberikan pemahaman kepada warga pentingnya menjaga kesehatan.

"Untuk menerapkan protkes 5M masyarakat kita di Aceh masih sangat rendah, ini yang harus terus digalakkan diberi pemahaman dan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya protkes untuk mengurangi penularan dari Covid-19," ujar dr Purnama.

"Apalagi pada bulan Agustus ini kasus covid di Aceh mulai meningkat lagi, makanya (pemerintah) jangan kendor dan berpuas diri saat kasus mulai menurun, tetap lakukan protkes dan jaga kesehatan untuk diri kita, keluarga kita dan saudara kita yang lainnya," pesannya.

Di sisi lain, politikus muda PKS ini juga menilai bahwa penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Aceh seperti tidak ada konsep yang jelas, sehingga angka penularan dan kematian terus meninggi.(mas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved