Kuasai Afghanistan, Taliban Sita Senjata Militer AS
Sejumlah peralatan militer yang disediakan Amerika Serikat untuk Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan telah disita oleh Taliban
SERAMBINEWS.COM – Taliban ambil alih ibukota Kabul dan kuasai Afghanistan.
Sejumlah peralatan militer yang disediakan Amerika Serikat untuk Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan telah disita oleh Taliban, dalam rute cepat kelompok militan itu ke Afghanistan.
Hal tersebut dikatakan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, Selasa (17/8/2021).
Sullivans menyebut senjata militer AS yang disita Taliban ada cukup banyak
"Kami tidak memiliki gambaran lengkap, jelas, ke mana perginya setiap artikel bahan pertahanan," kata Sullivan pada konferensi pers Gedung Putih, seperti dikutip dari USA Today.
"tapi tentu saja cukup banyak yang jatuh ke tangan Taliban. Dan jelas, kami tidak merasa mereka akan dengan mudah menyerahkannya kepada kami di bandara." lanjutnya.
Baca juga: Taliban Berjanji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah: Mereka Akan Bekerja Bahu-membahu
AS telah mengucurkan dana lebih dari 80 miliar dolar AS untuk peralatan dan pelatihan ke pasukan keamanan Afghanistan sejak dimulainya perang di Afghanistan, yang diluncurkan AS untuk membasmi al-Qaeda setelah serangan 9/11.
Namun terlepas dari upaya itu, militer Afghanistan jatuh ke tangan Taliban selama akhir pekan tanpa mengerahkan perlawanan di sebagian besar kota.
Setelah menguasai Afghanistan, Taliban merilis foto-foto helikopter militer Black Hawk AS di Bandara Internasional Kandahar yang telah diberikan AS kepada tentara Afghanistan.
Baca juga: Taliban Bersumpah Hormati Hak Perempuan, Harus Seusai Hukum Islam
"Helikopter Black Hawk itu tidak diberikan kepada Taliban. Mereka diberikan kepada Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan untuk membela diri," kata Sullivan.
Sullivan mengatakan mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meminta helikopter tersebut selama kunjungan Gedung Putih dengan Presiden Joe Biden pada bulan Juni.
Meski demikian Presiden AS Joe Biden memiliki dua pilihan dengan risiko tinggi.
“Jadi presiden punya pilihan. Dia tidak bisa memberikannya kepada mereka, dengan risiko akhirnya jatuh ke tangan Taliban,” kata Sullivan.
“atau dia bisa memberikannya kepada mereka, dengan harapan mereka bisa menyebarkannya untuk membela negara mereka. Kedua opsi itu memiliki risiko,” imbuhnya.
Sullivan tidak merinci peralatan pertahanan AS lainnya yang dimiliki Taliban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pejuang-taliban-duduk-di-atas-kendaraan.jpg)