Internasional
Pilot Angkatan Udara Wanita Pertama Afghanistan Minta Warga Tidak Percaya Propaganda Taliban
Pilot wanita pertama Angkatan Udara Afghanistan telah memperingatkan warga untuk tidak percaya propaganda Taliban.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pilot wanita pertama Angkatan Udara Afghanistan telah memperingatkan warga untuk tidak percaya propaganda Taliban.
Khususnya hak-hak perempuan akan dilindungi seusai syariat Islam.
Berbicara kepada Fox News , Niloofar Rahmani, Kamis (19/8/2021) mengatakan Taliban akan paling menyakiti wanita.
“Sayangnya, keluarga saya masih di sana." ujarnya.
"Karena saya telah mendengar apa yang terjadi di Afghanistan, saya tidak bisa tidur, saya tidak bisa memusatkan pikiran saya, saya sangat takut akan keselamatan mereka," ujarnya.
"Tentu saja, ini bukan hanya tentang saya,” tambahnya.
Wanita berusia 29 tahun itu mengatakan keluarga dan orang tuanya dalam bahaya.
Dia menambahkan orang tuanya sebelumnya telah ditargetkan oleh Taliban karena dukungan untuk karir putri mereka.
Kebangkitan Taliban di tengah penarikan AS dari kehadiran militernya telah memicu ketakutan dan kekhawatiran yang meluas di antara warga Afghanistan pada umumnya.
Baca juga: Taliban Mulai Tebar Ancaman ke Wanita Afghanistan
Tetapi bagi perempuan dan anak perempuan, Taliban sangat membatasi hak-hak perempuan, termasuk akses ke pendidikan dan pekerjaan.
Terlepas dari sejarah penindasan, Zabihullah Mujahid, juru bicara lama Taliban, mengatakan Taliban akan menghormati hak-hak perempuan dalam norma-norma hukum Islam.
Tanpa menjelaskan apa artinya dalam praktik.
Taliban telah mendorong perempuan untuk kembali bekerja dan mengizinkan anak perempuan kembali ke sekolah, membagikan jilbab di pintu.
Seorang pembawa berita wanita mewawancarai seorang pejabat Taliban di TV Afghanistan pada hari Senin (16/8/2021).
Perlakuan terhadap perempuan sangat bervariasi di seluruh dunia Muslim dan kadang-kadang bahkan di negara yang sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pilot-wanita-pertama-afghanistan.jpg)