Sabtu, 11 April 2026

Sekolah di Aceh Besar akan Miliki Perpustakaan Digital, Disdik Gandeng IPI

Pemkab Aceh Besar bersama Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Aceh berencana mengembangkan perpustaan digital

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kepala Disdikbud Aceh Besar Dr Silahuddin MAg menyerahkan cenderamata kepada Ketua PD IPI Aceh Nazaruddin Musa, Senin (16/8/2021) usai melakukan pertemuan di ruang kerja Kadisdikbud Aceh Besar. Foto/ Dok IPI Aceh   

JANTHO - Pemkab Aceh Besar bersama Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Aceh berencana mengembangkan perpustaan digital di semua sekolah di kabupaten tersebut.

Menindalanjuti hal itu, Senin (16/8/2021) kemarin dilakukan pertemuan antara Ketua IPI Aceh, Nazaruddin Musa MLIS dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg.

Dalam pertemuan itu, Silahuddin menyampaikan keinginannya untuk pengembangan perpustakaan digital pada sekolah-sekolah di kabupaten Aceh Besar. Menurut dia, perpustakaan digital ini sangat penting untuk membantu siswa dan guru mendapatkan sumber bacaan yang relevan secara online, apalagi di era pandemi seperti sekarang.

“Kami berdiskusi tentang wacana pengembangan perpustakaan berbasis digital di sekolah-sekolah. Saya mengajak IPI Aceh sebagai organisasi pustakawan untuk berkolaborasi membantu mewujudkan rencana pengembangan perpustakaan digital tersebut,” kata Silahuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/8/2021).

Ketua PD IPI Aceh, Nazaruddin Musa menyambut baik keinginan Pemkab Aceh Besar melalui Disdikbud. Ia juga mengapresiasi wacana pengembangan perpustakaan digital sekolah di kabupaten tersebut.

“IPI Aceh menyambut baik keinginan Pak Kadisdikbud Aceh Besar dan akan siap berkolaborasi untuk mewujudkan rencana pengembangan perpustakaan digital sekolah tersebut,” kata Nazaruddin Musa.

Lebih lanjut, Nazar menjelaskan, bahwa untuk mewujudkan perpustakaan sekolah digital ini diperlukan kajian dan tahapan-tahapan. Tahapan pertama adalah penyamaan persepsi tentang konsep perpustakaan digital, bukan perpustakaan terautomasi yang hanya sebatas penggunaan sistem komputer dalam kegiatan rutin perpustakaan.

“Konsep perpustakaan digital disamping terintegrasi dengan komputer, juga tersedia koleksi dalam format digital yang bisa diakses secara online. Dengan kata lain semua perpustakaan digital adalah perpustakaan terautomasi, tetapi tidak sebaliknya,” kata Nazar.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Aceh, Nazaruddin Musa, menambahkan, tahapan selanjutnya yang sangat penting adalah penyusunan standar minimum yang diperlukan untuk pengembangan sebuah perpustakaan digital.

Standar tersebut mulai dari sumber daya manusia (brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Menurutnya, aspek ini sangat penting dipertimbangkan karena akan berdampak pada sumber daya anggaran yang diperlukan untuk membangun sebuah perpustakaan sekolah digital yang diharapkan.

“Penyusunan pedoman standar perpustakaan digital ini terlebih dahulu harus dibuat dan disepakati. Insya Allah tim IT IPI Aceh akan membantu menyusun standar ini dan mempresentasikannya kepada kepala dinas, perwakilan sekolah, dan pihak terkait lainnya,” kata Nazar.(mun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved